Pages

  • Home
  • BOOK REVIEW
  • FILM
  • MUSIC
  • TRAVEL
  • GAME
  • KULINER
Facebook Instagram Google + E-mail

Dream Liner



Pada suatu malam bersalju tahun 1936, seorang seniman dipukuli hingga tewas di balik pintu studionya yang terkunci di Tokyo. Polisi menemukan surat wasiat aneh yang memaparkan rencananya untuk menciptakan Azoth –sang wanita sempurna– dari potongan-potongan tubuh para wanita muda kerabatnya. Tak lama sesudah itu, putri tertuanya dibunuh. Lalu, putri-putrinya yang lain serta keponakan-keponakan perempuannya tiba-tiba menghilang. Satu per satu mayat mereka yang termutilasi ditemukan, semua dikubur sesuai dengan prinsip astrologis yang diuraikan sang seniman. 

Pembantaian misterius itu mengguncang Jepang, menyibukkan pihak berwenang dan para detektif amatir, namun tirai misteri tetap tak terpecahkan selama lebih dari 40 tahun. Lalu, pada suatu hari di tahun 1979, sebuah dokumen diserahkan kepada Kiyoshi Mitarai, seorang astrolog, peramal nasib, dan detektif eksentrik. Dengan didampingi Dr. Watson versinya sendiri –seorang ilustrator dan penggemar kisah detektif, Kazumi Ishioka– dia mulai melacak jejak pelaku Pembunuhan Zodiak Tokyo serta pencipta Azoth yang bagaikan lenyap ditelan bumi. 


 Judul: The Tokyo Zodiac Murders
Penulis: Soji Shimada
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : Juli 2012
Tebal: 360 hlm. 

Wah, kegemaran membeli buku-buku bekas dan random kadang bisa begitu mengejutkan. Setelah Voodoo, kisah detektif yang berlatar di Haiti, kini ada Tokyo Zodiac Murders, misteri pembunuhan zodiak yang menggemparkan Jepang pada tahun 1936. 

Awalnya, baca buku ini magernya minta ampun. Baca prolog doang bisa berhari-hari wkwk. Nah, karena di bagian prolog ini adalah surat wasiat Heikichi mengenai keinginannya untuk menciptakan Azoth sekaligus berisi beberapa clue. Jadi, rasanya kayak langsung dihantam di jidat disuruh mikir keras. 

Kisah ini diceritakan 40 tahun kemudian, pada tahun 1979, menggunakan sudut pandang Kazumi Ishioka –seorang ilustrator yang kecanduan dengan kisah misteri. Dia memiliki rekan bernama Kiyoshi Mitarai, seorang astrolog, peramal nasib sekaligus detektif partikelir. Suatu hari, ada salah satu pelanggan Kiyoshi yang datang, namun bukan untuk diramal. Pelanggan wanita itu memberikan sebuah dokumen yang berkaitan dengan misteri pembunuhan zodiak Tokyo, 40 tahun yang lalu.  

Pelanggan tersebut adalah Misako Iida, yang merupakan anak dari seorang polisi yang dulunya terlibat dalam kasus pembunuhan zodiak Tokyo. Ketika sedang membereskan rak buku ayahnya yang sudah meninggal, Mrs. Iida menemukan catatan yang isinya membuatnya sangat terkejut. Mrs. Iida kemudian menemui Kiyoshi dan meminta detektif tersebut untuk memecahkan misteri kasus pembunuhan itu. 

Keduanya –Kazumi dan Kiyoshi– dengan serius segera membahas kasus tersebut. Kazumi yang memang pencinta kisah misteri, mengetahui sebagian besar cerita-cerita yang beredar di masyarakat dan ini cukup membantu. Nah, masalahnya, Kazumi dan Kiyoshi ini merupakan dua entitas yang berbeda wkwk. Kazumi lebih banyak menggunakan perasaan dan Kiyoshi cenderung menggunakan logika. Ditambah dengan kelakuan Kiyoshi yang aneh, kadang membuat mereka saling bertabrakan. By the way, kedua manusia ini cowok yah.

Setelah melewati prolog yang rasa membacanya hampir seabad, akhirnya saya mulai semangat membaca cerita ini karena adanya Mr. Mitarai. Walaupun dia aneh tapi saya cukup tersanjung dengan pemikiran-pemikiran dan perilakunya yang eksentrik. 

Buku ini dikemas seperti pertunjukan panggung yang megah yang daftar isinya disusun setiap babak dan adegan. Oh ya, dalam novel ini banyak banget nama yang muncul, tapi di bagian awal cerita sudah ada daftar pemain. Jadi, kalo lupa bisa buka lagi halaman awal untuk mengingat-ingat. Namun selama membaca, memang ada beberapa tokoh yang tiba-tiba muncul tapi tidak dicantumkan di awal. Yah, gapapa dong malah jadi tantangan tersendiri, wkwk.

Seru. Setiap adegan memiliki petunjuk yang sengaja disebar oleh penulis. Ada beberapa ilustrasi juga. Penulis berinteraksi dengan pembaca lewat catatan intermezzo dan mengajak pembaca untuk menemukan siapa dalang dari pembunuhan zodiak Tokyo. Namun, sayangnya, saya sudah terlalu pusing membaca petunjuk dan hanya melanjutkan baca tanpa berniat menebak siapa pelakunya. Emang nggak bakat jadi detektif (T_T). By the way, kalo baca buku ini jangan sekali-kali langsung nge-cheat ke halaman paling belakang ya karena akan mengurasi esensi penasarannya.

[ Kiyoshi to Kazuma, mengenai Holmes ]

Nah, ini adalah salah satu kutipan Mr. Mitarai yang cukup memukau saya. 

"Kau tahu, mengamati pergerakan planet setiap hari membuatmu sadar betapa kecil dan remehnya kehidupan kita sehari-hari. Kita berdebat. Kita bertarung. Kita berjuang. Kita bersaing untuk meningkatkan kekayaan kita. Coba lihat alam semesta. Pergerakannya begitu dinamis, bagaikan jam raksasa. Bumi hanyalah satu roda penggerak dalam perangkat roda gigi jam tersebut, dan manusia tidak jauh berbeda dibandingkan bakteri. Jutaan demi jutaan bakteri menjalani kehidupan singkat mereka dengan bertempur dalam peperangan yang remeh. Mereka tidak berhenti untuk berpikir bahwa tanpa mekanisme alam semesta, kita semua tidak akan ada. Coba lihat apa yang dilakukan manusia, mereka saling bunuh demi simpanan uang di bank, yang tidak akan mereka belanjakan sampai mereka mati. Tidak masuk akal."

Sebagai orang yang suka dengan kisah-kisah misteri, novel ini membuat saya terkesan. Walaupun motif pembunuhannya memang umum & biasa, namun caranya begitu tidak biasa. Babak demi babak, adegan demi adegan, dialog demi dialog, ditulis dengan apik dan runut (kecuali di bagian prolog yang untuk saya pribadi bacanya harus penuh effort). Pembaca akan dibuat tidak sabar untuk bertemu dengan si pelaku. 

Nah, buku yang saya baca adalah buku terbitan lawas, 2012 dengan cover warna putih dengan gambar-gambar wanita yang anggota tubuhnya terpotong. Novel ini mengandung kejahatan mutilasi tapi bukan yang seram banget atau yang terlalu detail, jadi menurut saya masih aman aja. Sepertinya di Gramedia masih ada bukunya dengan cover yang berbeda. Oh ya, di buku terbitan lawas ini saya baru sadar kalo daftar isinya agak ngaco wkwkw. 

Bagi teman-teman yang suka dengan kisah-kisah misteri detektif, buku ini oke banget buat dijadikan koleksi. Nih saya kasih link-nya kalau mau purchase langsung di Gramedia online atau bisa juga cari di e-commerce kesayangan kalian yaa~!

https://www.gramedia.com/products/pembunuhan-zodiak-tokyo-the-tokyo-zodiac-murders

Rate 10/ 10 (karena ada Pak Mitarai). 

Credit Photo: Personal Collection by Me (Nira Kunea)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Misi ini sulit ditolak : 10 juta dolar untuk menemukan putra seorang biliuner yang telah menghilang selama tiga tahun.
 
Charlie muda raib di Haiti, tempat menghilangnya sejumlah anak-anak selama lebih dari satu dekade. Di negeri yang didominasi voodoo, kabar burung menyebar mengenai ilmu hitam dan tokoh mistis bernama "Mr. Clarinet", yang selama bertahun-tahun telah menyihir anak-anak pergi dari keluarga mereka. Mungkinkah kenyataan bahkan lebih mengejutkan daripada legenda itu sendiri?

Untuk mencari tahu, Max Mingus, sang detektif swasta, harus menyelesaikan misi ini. Padahal, detektif-detektif sebelumnya tak hanya gagal, beberapa juga kehilangan nyawa. Misi ini tak hanya tentang menemukan Charlie, tetapi lebih merupakan ujian bertahan hidup. 

Judul: Voodoo
Penulis: Nick Stone
Penerbit: Voila Books (Penerbit Hikmah)
Cetakan I : Juli 2028
Tebal: 670 hlm. 

Buku ini sangat tebal. Awalnya saya ragu mau beli buku ini di penjual buku-buku bekas yang masih bagus. Tapi, karena genre-nya thriller, saya akhirnya mengiyakan untuk menambahkannya ke daftar belanjaan saya. 

Sesampainya di alamat rumah, wow, ada sekitar 670 halaman yang perlu saya baca dengan font yang kecil-kecil. Buku-buku koleksi saya paling tebal mungkin hanya sekitar 300 halaman. Dan ini 2 kali lipat. Kebayang nggak gimana magernya buat mulai baca? Tapi saya memberanikan diri untuk mulai membaca dan akhirnya malah ketagihan, wkwk. 

Voodoo atau Vodou, meringkas dari Google, adalah agama sinkretis yang berkembang di Haiti dan di beberapa bagian Afrika Barat. Kata "Vodou" berasal dari bahasa Fon di Dahomey (sekarang Benin) yang berarti "roh" atau "dewa". Agama ini menggabungkan kepercayaan dan praktik dari agama-agama Afrika Barat dengan pengaruh Katolik. Vodou memiliki upacara yang meliputi berbagai ritual, seperti tarian, nyanyian, dan penawaran kepada lwa (roh/ dewa).

Buku ini dibuka dengan penawaran Allain Carver, ayah Charlie Carver (si anak hilang) kepada Max Mingus, seorang detektif swasta yang baru saja keluar dari penjara. Awalnya, Max bersikeras untuk menolak tawaran itu. Namun, jumlah uang yang akan diterimanya ketika misi ini berhasil bukanlah jumlah yang sedikit. Maka, dengan berbagai pertimbangan, Max akhirnya setuju menandatangani kontrak dengan Allain. 

Max adalah mantan polisi, dia memiliki rekan yang saat itu masih aktif bekerja di kepolisian, Joe Liston. Berkat bantuan Joe, Max bisa dengan mudah mendapatkan informasi tentang siapa saja yang dicurigai berpotensi menjadi tersangka penculikan Charlie. 

Buku ini berlatar di Haiti, di akhir tahun 1996, sebuah negara kecil di Kepulauan Karibia. Bagi sebagian orang (termasuk saya), mendengar nama Haiti masih terdengar asing. Namun, di buku ini, Bang Nick bener-bener detil menggambarkan suasana di Haiti sampai bisa membayangkan bagaimana kehidupan rakyat di sana. 

Port-au-Prince, ibukota Haiti, serta daerah kumuh yang bernama Cité Soleil. Sayang sekali kehidupan di sana tak seindah nama kotanya. Bencana kemanusiaan, kelaparan, krisis kesehatan, polusi, epidemi dan kerusuhan terjadi di mana-mana. Beberapa orang Haiti yang dikenal Max bahkan mengatakan bahwa mereka tidak punya hal baik untuk dikatakan tentang Tanah Air mereka. 

Ada banyak tokoh yang terlibat, banyak nama, banyak tempat. Membaca buku ini benar-benar harus konsentrasi penuh kalau nggak mau mengulang ketika ada nama yang tiba-tiba disebut di pertengahan cerita, wkwk. Karena ini novel thriller detektif, jadi wajar ada banyak puzzle dan ada banyak tokoh. 

Jujur ya, seru banget bacanya. Tiap ada kesempatan saya pasti menggunakannya untuk melanjutkan baca saking penasaran banget sama siapa sih yang udah nyulik Charlie? Selain kepusingan nyusun puzzle untuk menemukan penculik Charlie, si Max ini juga sedang mengalami pergolakan batin karena istrinya meninggal saat dia di penjara. Sedih banget ga sih? Ya sedih, masalahnya jadi semakin kompleks juga karena kadang-kadang si Max ini suka bimbang dan keingetan sama istrinya. 

Ada beberapa trigger warning di novel ini. Di antaranya adalah pembunuhan, kekerasan, child abuse, ritual keagamaan yang mungkin membuat beberapa orang nggak nyaman. Setiap adegan ditulis dengan sangat detil jadi gampang banget kebayang. So, ada beberapa bagian yang saya skip karena nggak kuat wkwk. 

Satu lagi, selain penjabarannya yang sangat detil, plot twist novel ini gokil sih asli. Pelakunya adalah seseorang yang memiliki kemungkinan sangat kecil, awalnya saya mengira dia hanyalah tokoh figuran biasa kayak saksi yang diwawancarai gitu. Tapi ternyata bukan. Jadi, 600 halaman itu nggak kerasa bisa kebaca sampai selesai. 

Kalo melihat dari penggambaran tokohnya, Max Mingus cocok banget diperankan oleh Jason Statham. Kepalanya botak, badannya nggak begitu besar, terus genre thriller misteri aksi juga sih, jadi saya nggak kebayang aktor lain selain Om ini wkwk. Sayangnya, saya cek-cek di Google sepertinya buku ini masih belum ada adaptasi dalam bentuk film. 

Voodoo mendapatkan beberapa penghargaan, di antaranya: 
1. WINNER OF THE INTERNATIONAL THRILLER WRITERS AWARD FOR BEST FIRST NOVEL 2007
2. WINNER OF THE CRIME WRITES ASSOCIATION IAN FLEMING STEEL DAGGER 2006
3. WINNER OF THE MACAVITY AWARD FOR BEST FIRST NOVEL 2007

Jadi, ini adalah novel debut Bang Nick Stone. Wahh, keren parah, bro! Terus kalo lihat-lihat di Google, novel ini ternyata trilogi. Untuk buku yang kedua berjudul The King of Swords dan yang ketiga adalah Voodoo Eyes. Sebenarnya saya merasa masih ada hal yang belum terselesaikan sampai akhir cerita, tapi saya cukup puas dengan ending-nya. Mungkin di buku kedua dan ketiganya akan membahas hal lain namun masih berkaitan dengan salah satu tokoh di buku pertama ini. 

Saya akan kasih rate bintang 10 karena emang seseru itu! By the way, ini novel lama terbitan tahun 2008. Mungkin kalo mau cari baru agak susah ya. Jadi, paling coba cari-cari di lapak pre-loved siapa tau masih dapat yang bagus.

Credit Photo: Personal Collection by Me (Nira Kunea) 




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Akhir tahun kemarin, Penerbit Haru mengadakan acara bazaar buku. Kali ini saya datang ke kantor mereka yang berlokasi di Tangerang. Kantornya ini berada di area perumahan gitu ya guys. Seru banget kita bisa milih-milih buku dan bertemu langsung dengan staff Penerbit Haru. Tentunya, ada buku murah dan diskon yang banyak banget!

Sejak membaca buku Girls in the Dark karya Akiyoshi Rikako, saya jadi kepincut dengan buku-buku terbitan Haru dan tiap bulan mengoleksi buku-buku mereka. Selain genre-nya memang cocok dan saya suka, covernya juga bagus-bagus, wkwk.

Nah, salah satu buku yang saya beli kemarin berjudul Pasien. Nama Naomi Midori mungkin terdengar baru bagi sebagian pembaca seperti saya. Ternyata benar, buku berjudul Pasien merupakan karya pertamanya yang diterbitkan sekaligus menjadi pemenang dalam Inari Writing Festival 2023.

Enam anggota keluarga pemilik toko bangunan ditemukan terbantai di rumah mereka. Penyelidikan polisi menyimpulkan bahwa mereka saling membunuh karena perebutan warisan. 

Namun, bagaimana jika insiden tersebut adalah hasil campur tangan orang lain?

Judul: Pasien
Penulis: Naomi Midori
Penerbit: Penerbit Haru
Cetakan Ketiga : Juli 2024
Tebal: 120 hlm.
Harga P. Jawa: Rp 75.000

Novel Pasien ini ber-genre iyamisu. Iyamisu adalah adalah subgenre fiksi misteri yang membahas tentang episode-episode mengerikan dan sisi gelap sifat manusia. Beberapa novel lain yang ber-genre iyamisu adalah Penance dan Confessions karya Minato Kanae serta Girls in The Dark dan Holy Mother karya Akiyoshi Rikako. 

Buku ini cukup tipis ya untuk ukuran novel, atau mungkin lebih tepat disebut sebagai novela. Pasien cocok banget buat kamu yang nyari buku yang bisa dibaca sekali duduk/ rebahan. Ada beberapa trigger warning yang perlu kalian perhatikan sebelum membaca buku ini, di antaranya : pembunuhan, kejahatan seksual, incest, kekerasan dan animal death. 

TRIGGER WARNING: VIOLENCE, INCEST, SEXUAL HARRASMENT, ANIMAL DEATH

Okay, cerita ini dibuka dengan kumpulan berita tentang pembunuhan anggota keluarga di salah satu desa. Lalu dilanjutkan dengan bab per bab. Yang menarik, Pasien memiliki alur maju mundur dan menggunakan POV yang berbeda-beda. 

Sebenarnya, untuk pelaku utamanya sudah ketebak di awal cerita. Namun, di ending saya nggak menyangka bahwa teman curhat si Pelaku merupakan pasien RSJ. Itu aja sih yang membuat saya agak kaget, atau mungkin saya melewatkan beberapa detil di awal cerita? Entahlah. Dan saya rasa, hal ini sebenarnya juga nggak memberikan efek yang signifikan terhadap inti cerita.

Sepanjang cerita, saya beneran kesel SEKESEL KESELNYA dengan keluarga Adil dan Yunus. Nama doang Adil, kelakuan kek setan. Nah, si Yunus juga udah tau hidupnya serba kekurangan tapi mau sok-sokan jadi pahlawan. Siapa sih yang tahan dengan keluarga yang fuck*d up begini? Saya rasa nggak ada orang yang normal di novel ini selain adik Imelda dan si pembuat berita SINTA NASRIL wkwkwk. 

Di beberapa bagian, saya mendukung hal-hal yang dilakukan Imelda (eh?). Dia menjadi penjahat karena situasi. Tapi, ada satu adegan di mana dia membunuh anak kucing hanya karena tuh kucing datang ke mejanya saat makan siang, saya akhirnya sadar kalau Imelda ini memang aslinya mengerikan. 

Novel ini memberikan gambaran jelas tentang bad parenting dan lingkungan yang penuh konflik bisa membuat anak menjadi pribadi yang nekat dan bahkan mampu melakukan hal-hal di luar akal sehat anak seusianya.  

Ada beberapa adegan yang cukup mengganggu dan membuat perasaan sangat tidak nyaman. Bagi saya, adegan itu adalah adegan di mana Imelda mengeksekusi Karim, pamannya yang memiliki gangguan kejiwaan. Saya nggak membenarkan perilaku si Karim, yah namanya juga orang tidak waras. Dan di sini posisinya Karim adalah korban. Namun, kalau orang ini "dilenyapkan", beban keluarga Yunus akan berkurang. Pokoknya, akar dari masalah ini adalah si Adil. Saya turut merasa puas saat keluarga tersebut akhirnya mendapatkan ganjaran yang setimpal, ya walaupun lewat campur tangan Imelda, hehe. 

Overall, walaupun tipis tapi novel ini cukup berisi. Untuk novel debut, penulisannya sangat rapi, alurnya cepat dan nggak bertele-tele, sebab-akibatnya dibangun dan diceritakan dengan baik. Suka juga dengan gaya ceritanya yang lugas. Untuk dialog masih agak kaku, tapi okelah. 

Orang-orang mungkin overhyped karena katanya plot twist-nya gila. Tapi menurut saya, justru yang menarik di sini adalah kelakuan si Imelda dan pemikirannya yang out of the box untuk melenyapkan keluarga Adil. 

Jadi, gimana, nih? Mumpung masih rame, yuk beli bukunya sebelum kehabisan!

Rate: 8/10

Credit Photo : Personal Collection by Me (Nira Kunea)




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


 Jenis Film: Horror
Tanggal rilis: 25 Desember 2024
Produser: Rocky Soraya
Sutradara: Guntur Soeharjanto
Pemeran: Arifin Putra; Cinta Laura; Callista Arum
Durasi Film: 1 jam 43 menit

Akhir tahun 2024 ditutup dengan menonton film horor. Horor lagi horor lagi. Film horor emang nggak ada abisnya. Dan sebagai penggemar segala sesuatu yang berbau horor, saya sangat senang dengan rilisnya film horor yang bejibun setiap bulan, wkwkwk.

Panggonan Wingit 2; Miss K memiliki perbedaan cerita dan lokasi yang mana tidak berkaitan dengan film pertamanya. Jadi, film Miss K ini bukan merupakan lanjutan dari Panggonan Wingit 1 ya, guys. Konon, film Miss K ini terinspirasi dari sebuah apartemen angker di Surabaya.

Film Miss K bercerita tentang Alma (Cinta Laura) dan adiknya, Mia (Callista Arum), yang pindah dari Jakarta ke Surabaya setelah ibunya meninggal. Alma bekerja sebagai manajer di Apartemen Sasmaya. Di sana, Alma dan Mia bertemu dengan Rayyan (Arifin Putra), kekasih Alma sekaligus polisi yang mencoba menguak misteri kasus mutilasi. 

Apartemen Sasmaya merupakan apartemen yang memiliki cukup banyak penghuni. Namun anehnya, lantai 6 dari apartemen tersebut ditutup dan tidak boleh dimasuki oleh siapapun. Suatu hari, salah satu penghuni apartemen melaporkan adanya kebocoran pada plafon di unitnya. Penghuni tersebut berada di lantai 5. Jadi mau tak mau, Alma dan Mia harus melakukan pengecekan pada unit di atasnya, yaitu di lantai 6.

Akses ke lantai 6 ini benar-benar ditutup, pintu darurat lewat tangga pun sampai digembok. Namun, Alma dan Mia bersikeras untuk tetap mengecek keadaan di lantai tersebut. Sesampainya di sana, kondisi lantai tersebut sangat kotor karena sudah lama tidak ditempati. Tak berlama-lama, mereka pun segera mengecek unit yang mereka yakini sebagai sumber masalah. Ketika memasuki unit tersebut, mereka mendengar suara gemericik air dan suara perempuan. Namun, mereka kaget ketika mendapati bahwa suara tersebut merupakan suara dari Miss K, sosok penunggu unit tersebut. Miss K mengucapkan kalimat "patang dino, wektu maghrib". 

Mereka pun berlari ketakutan dan tidak menyadari bahaya yang sedang mengintai mereka dalam 4 hari ke depan. Namun, di hari-hari berikutnya, rentetan kejadian menyeramkan dan tak masuk akal mulai dialami oleh Alma dan Mia. Mereka pun harus menemukan cara agar mereka selamat sebelum waktu maghrib di hari keempat. 

Alurnya bertempo sedang, nggak lambat dan nggak terlalu cepat. Ceritanya juga nggak bertele-tele. Bagi saya plot twist-nya lumayan dapat karena dari awal saya nggak menyangka bahwa penjahat sebenarnya adalah orang itu, hehe. Memang nggak cocok jadi detektif sepertinya, wkwkwk. Jumpscare-nya oke, ada beberapa adegan gore yang mungkin akan membuat penonton merasa ngilu. 

Anyway, jujur saya nggak expect kalo akting Cinta Laura bakalan cukup bagus di sini, hihihi. Mas Arifin Putra juga memerankan tokoh Rayyan dengan sangat apik. Pokoknya bagi kalian yang suka horor yang ringan dan nggak bertele-tele, film ini cocok dimasukkan ke list tontonan di waktu luang. 

Rate: 8/10

Credit Photo:
Koran Tegal





Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Jenis Film: Action, Sci-Fi
Produser: Kelly Marcel, Tom Hardy
Sutradara: Kelly Marcel
Casts: Tom Hardy, Juno Temple, Chiwetel Ejiofor, Rhys Ifans
Durasi Film: 1 jam 49 menit

Wah, wah, wah ... siapa yang lagi nungguin kelanjutan kisah Venom yang melarikan diri ke bumi? Yup, akhirnya Venom The Last Dance rilis di Indonesia pada tanggal 23 Oktober 2024 kemarin dan kembali menghadirkan duo Eddie Brock dan si hitam Venom. Film ini ditulis, diproduksi dan disutradarai oleh Kelly Marcel berdasarkan cerita yang dia tulis bersama Tom Hardy. Tom Hardy ini selain berperan sebagai Eddie, doi juga bertindak sebagai produser lho! 

Venom The Last Dance menceritakan tentang perjalanan Eddie dan Venom lari dari para pemburunya, termasuk para militer yang mengincar mereka untuk dijadikan bahan penelitian. Pada film ketiga ini, musuh mereka adalah pasukan xenophage yang dikirim oleh Knull, supervillain yang menciptakan simbiot. 

Perjalanan mereka sangat seru! Bahkan ada adegan di mana Eddie dan Venom menempel di badan pesawat untuk lari dari kejaran xenophage. Saat terdampar di suatu tempat yang sepi, Eddie bertemu dengan keluarga Martin, sebuah keluarga yang sangat tertarik dengan keberadaan alien dan berniat untuk "mampir" ke Area 51. Sebuah area terlarang yang menjadi tempat pemusnahan alien sekaligus tempat yang memiliki laboratorium rahasia. 

Selain terhibur dengan kelakuan Eddie dan Venom yang kocak dan susah banget rukunnya, CGI film ini juga sangat memanjakan mata. Banyak epic moment saat para symbiote bersatu untuk melawan xenophage. Xenophage ini kuat banget, satu aja bisa bikin beberapa simbiot kerepotan. Apalagi ada banyak xenophage yang dikirim oleh Knull. Alasan Knull mengirim xenophage ini adalah karena Eddie dan Venom memiliki Kodeks yang bisa digunakan untuk membebaskan Knull yang sedang terpenjara di Klyntar. 

Kodeks bisa musnah apabila salah satu dari mereka (Eddie atau Venom) mati. Knull, pastinya akan terus-menerus mengirim pasukan xenophage sampai ia berhasil mendapatkan Kodeks. Nah, di sinilah dilema Venom. Di satu sisi ia ingin terus bersama dengan Eddie. Namun, dia juga tidak ingin bumi terus diserang kekacauan. 

Akhirnya, Venom memilih untuk mengorbankan dirinya. Ini adalah solusi terakhir karena banyak simbiot yang telah hancur saat melawan xenophage. Well, apakah ini akhir dari kisah Venom sesuai dengan judulnya The Last Dance? 

Menjelang akhir film, ternyata ada satu simbiot pink yang berhasil lolos, wkwk. Nah, di bagian post credit, ada adegan Knull sedang marah sambil berucap "semua orang akan terbakar dan kalian akan menontonnya" karena gagal mendapatkan Kodeks. Apakah ini jadi clue akan ada film lanjutan Venom? Atau nantinya Knull akan menjadi penjahat di universe Marvel yang lainnya? 

Daripada itu, yuk tonton dulu keseruan Eddie Brock dan si black one Venom di bioskop kesayangan kamu sebelum kehabisan tiketnya! 

*Credit Photo:
rri.co.id (dari alphacoders)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Hai, guys! Kira-kira bosen nggak sih tiap liburan pasti ke tempat itu-itu aja? Pengen menginap di tempat yang tenang, damai dan privat tapi nggak tahu di mana? Tenang, ada Damar Langit Resort solusinya. Yup, kali ini saya akan membagikan pengalaman selama menginap di Damar Langit, sebuah resort di daerah Bogor dengan view yang luar biasa! 

Awalnya, kantor mau mengadakan acara liburan bersama. Beberapa kali mencari rekomendasi hotel di daerah Bogor yang bagus via Google. Dan ketemulah saya dengan web Damar Langit ini. Melihat dari laman web, resort ini benar-benar bagus. Lihat review di Google pun rata-rata ulasannya bagus, hanya beberapa saja yang memberikan rating buruk, dan mungkin itu sudah menjadi bahan improve bagi manajemen resort. 

Setelah melihat foto-foto dan rate kamar yang diberikan, akhirnya kami booking satu villa dengan beberapa extra bed dan satu kamar superior. Harganya memang cukup mahal, apalagi kala itu sedang tidak ada diskon yang lumayan besar. Tapi, berhubung budget dari kantor masih cukup, akhirnya kami jadi booking di Damar Langit. 

Perjalanan menuju ke resort cukup berliku. Kami kemarin naik elf dan beruntungnya masih bisa masuk. Tapi, kalau bus sepertinya tidak muat karena memang jalan gang yang tidak terlalu lebar cenderung sempit. Jalannya menanjak, hampir mirip seperti jalanan di kampung. Bagi saya yang sudah familiar dengan jalanan yang naik turun, tidak begitu kaget dengan trek ini. Namun, bagi anak kota sepertinya lumayan buat deg-degan. 

Setelah perjalanan panjang, akhirnya kami sampai juga di area Damar Langit. Setelah melalui proses check in, kami diantar menggunakan shuttle menuju ke kamar kami yang terletak di bagian atas. Naik shuttle ini nggak begitu lama kok, hanya sekitar 5-10 menit saja. Dan tentu saja, acara naik shuttle ini seru sekali, guys! 

Sesampainya di villa, kami segera membereskan barang bawaan. Satu villa khusus untuk anak laki-laki, dan kami perempuan bertiga tinggal di kamar superior. By the way, jarak antara villa dan kamar superior ini lumayan jauh karena lokasinya yang berbeda. Untuk menuju ke kamar superior, kami harus turun melewati beberapa area undakan, untuk lebih jelasnya bisa dilihat di gambar di bawah ini. Area kamar superior ini juga satu arah dengan area Glamping. 


Dan, akhirnya kami sampai juga di kamar superior ini welll (pake nada Mursid, wkwkw). Pemandangan dari kamar ini bener-bener bagus! Kota Bogor di bawah keliatan jelas banget dengan banyak  pepohonan yang mempercantik pemandangan. Oh iya, di sini itu dingin banget ya, bahkan kabut juga sering turun. Tapi nggak apa-apa karena itu malah bikin estetik. Sayangnya, waktu itu kami nggak sempat makan di resto mereka dan malah memilih memesan makanan dari luar. Soalnya setelah menginap, kami berencana untuk makan-makan juga di salah satu resto yang dekat dengan area Damar Langit. Khawatir budgetnya nggak cukup wkwk. 

Malamnya, gerimis turun. Udah suasana dingin ditambah hujan pula, akhirnya kami sepakat nonton film horor aja sambil rebahan. Dan ternyata, anak laki-laki juga pada nonton film horor di villa sambil ngabisin sisa makanan yang dipesan. Asli suasananya benar-benar bikin nyaman dan rasanya nggak ingin pulang!

Paginya, kami sarapan di resto dengan view yang nggak kalah menawan. Kalian bisa melihat gagahnya Gunung Salak sambil menikmati hidangan. Wow, such a wonderful place! Sayang sekali, menu sarapannya tidak begitu banyak pilihannya. Rasanya lumayan oke walau nggak yang enak banget. 



Selesai sarapan, kami melanjutkan trekking menuju air terjun Aozora. Air terjun ini ala-ala Jepang gitu, lokasinya bisa dijangkau menggunakan shuttle dan lanjut jalan kaki sebentar saja, nggak sampai 10 menit. Di sekitar air terjun ada kedai ala-ala Jepang juga tapi sayang sepertinya tidak beroperasi, ada juga tempat penyewaan kimono. Air terjunnya sendiri nggak begitu tinggi, tapi cukup bagus untuk melepas penat. Karena nggak begitu ramai, jadi bisa puas berfoto dan bermain-main air di sini. 

Kembali dari air terjun, kami bermain sebentar di kolam renang sambil menunggu waktu check out. Airnya sangat dingin! Area-nya juga terbuka dan pas banget view-nya kota Bogor. Jadi acara berenangnya tentu saja makin seru! 

Akhirnya, setelah puas bermain, kami bersiap-siap untuk check-out. Rasanya menginap semalam masih kurang puas karena masih ada beberapa tempat yang belum sempat di-explore. Semoga di lain waktu bisa mampir ke sini lagi, hehehe. 

Kamar: 4/5 (sepertinya penataan tempat kamar mandinya kurang bagus, jadi air bekas mandi tidak bisa langsung masuk ke saluran air dan bikin mengendap).
Pelayanan: 5/5 (semua karyawan yang saya temui ramah pol, cuma ada satu mbak-mbak di resto yang agak judes, tapi itu gapapa welll, temennya baik semua wkwk). 

Damar Langit Resort
Jl. Batu Sapi No.RT.6, RW4, Batu Layang, Kec. Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16750

Credit Photo:
Personal Collection by Me (Nira Kunea)

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Jenis Film: Horror
Produser: Nunu Datau, Agung Saputra
Sutradara: Bobby Prasetyo
Penulis: Lele Laila
Casts: Yasmin Napper, Arbani Yasiz, Ria Ricis
Durasi Film: 1 jam 42 menit

Sejak tahun 2023, kayaknya produksi horor film di Indonesia lagi banyak-banyaknya. Terbukti menjelang akhir tahun 2024 ini masih banyak banget film horor yang akan rilis. Jadi bingung mau nonton yang mana dulu wkwkw.  

Nah, weekend ini, saya, doi, temen doi dan adik laki-laki saya memutuskan untuk menonton salah satu film yang masih tayang di bioskop, yaitu Thaghut. Awalnya saya mengira judul ini berarti "takut" karena pengucapannya yang serupa dengan kata takut. Namun, setelah mencari-cari di internet, ternyata thaghut memiliki makna tersendiri. Berikut melansir dari web muslim.or.id mengenai arti kata thaghut:

Secara bahasa, kata thagut diambil dari kata (Ø·َغَÙ‰) yang artinya melampaui batas.

Secara istilah syar’i yaitu sebagaimana disampaikan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah : thagut adalah segala sesuatu yang menyebabkan seorang hamba melebihi batasannya, baik itu sesuatu yang diibadahi, diikuti, atau ditaati. Syaikh Muhammad At Tamimi rahimahullah menjelaskan bahwa thagut ada banyak. Thagut yang paling besar ada lima : iblis – semoga Allah melaknatnya-, siapa saja yang dijadikan sesembahan dan dia ridho, barangsiapa yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya, barangsiapa yang mengetahui tentang ilmu ghaib, dan barangsiapa yang berhukum dengan hukum selain yang Allah turunkan.

Sumber: https://muslim.or.id/11364-siapakah-thaghut.html

Film diawali dengan kematian Abah Mulya yang dipercaya sebagai "orang pintar" yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit hinggal viral di berbagai stasiun TV. Namun, kematian ini terasa sangat menyeramkan karena Abah Mulya meninggal dengan kepala terpenggal. 

Ainun (Yasmin Napper), seorang anak perempuan yatim piatu yang tinggal di sebuah pesantren, sangat mengidolakan Abah Mulya dan sering sekali melihat sosoknya di TV. Ainun sangat terkejut dengan kematian Abah Mulya, terlebih lagi ia juga mendapatkan fakta bahwa ternyata dia adalah anak dari Abah Mulya. Selama ini ia diasuh oleh Uwak Budi dan menyembunyikan identitas Ainun yang sebenarnya karena wasiat dari Ibu Ainun yang ingin menjauhkan Ainun dari Abah Mulya. 

Ainun pun marah dan berniat untuk melayat ke kediaman Abah Mulya. Kepergian Ainun didampingi oleh kedua temannya, yaitu Bagas (Arbani Yasiz) dan Rini (Ria Ricis). Sesampainya di desa, mereka disambut oleh Lingga, tangan kanan Abah yang ingin mewujudkan wasiat terakhir Abah. Yaitu menjadikan Ainun sebagai penerus padepokan Abah Mulya. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, Ainun harus melakukan serangkaian ritual yang mengerikan. Dan dari sinilah teror demi teror dimulai. 

Bagas dan Rini mulai merasakan adanya kejanggalan pada desa tersebut. Salah satunya adalah Bagas yang dilarang melantukan adzan oleh Lingga. Terlebih ketika mendapatkan keterangan tambahan dari Rahmat - anak dari istri kedua Abah, serta Ajeng - istri ketiga Abah. Mereka semakin yakin bahwa ilmu yang dimiliki Abah merupakan ajaran sesat dan harus segera membawa Ainun pergi dari desa tersebut. 

Jumpscare-nya lumayan oke, beberapa kali dibuat kaget dengan kemunculan setan yang tiba-tiba wkwk. Juga ada beberapa adegan yang cukup brutal, kalo nggak kuat, tutup mata aja. Saya suka film ini karena mengandung beberapa pesan religi, bahwa sesungguhnya Allah merupakan sebaik-baiknya penolong. Saya kadang sampai merinding ketika adegan Bagas melantukan azan dan ayat-ayat suci dengan penuh keyakinan hingga membuat sang iblis kepanasan. 

Menurut saya film ini cukup ringan dan alurnya pun sederhana, nggak yang terlalu diajak mikir pokok masalahnya apa dan bagaimana solusinya. Cukup fokus menikmati alur film hingga akhir. Oh ya, akting para pemainnya juga bagus banget, Arbani Yasiz sukses memerankan tokoh Bagas yang layaknya seorang hero dalam memutus rantai ajaran sesat Abah Mulya. Ria Ricis juga memerankan tokoh Rini dengan apik. Perannya sebagai santriwati yang kadang suka usil cukup memberikan hiburan tersendiri bagi para penonton. 

Nah, bagi kalian yang pengen coba nonton film horor, mungkin bisa dimulai dengan nonton film Thaghut. Yuk nonton sebelum kehabisan tiketnya!

--------------------------------------------------------------------------
Credit Photo: 
https://id.wikipedia.org/w/index.php?curid=4333068

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Fenomena Korean wave memang sedang tren di berbagai negara, salah satunya adalah di Indonesia. Tak hanya di industri musik dan drama, Korean hallyu kini sudah masuk ke industri makanan. Selain Mujigae yang menjadi resto Korea pertama yang mendapat sertifikasi halal MUI, ternyata banyak juga resto serupa yang menyajikan makanan ala Korea. Salah satunya adalah Oppa Dosirak. 

Melihat dari Instagram-nya, Oppa Dosirak masih dalam tahap sertifikasi halal MUI. Per Maret 2024, prosesnya sudah mencapai 80%. Semoga proses sertifikasi ini segera terselesaikan agar teman-teman muslim yang ingin mencoba Korean food tidak lagi ragu. 

Kemarin sebelum Ramadan, masih di sekitaran Mall Ciputra, saya dan doi mampir ke Oppa Dosirak. Tempatnya memang nggak begitu luas, tapi syukurnya nggak waiting list. Interior-nya cukup homey, peletakkan meja & kursinya nggak terlalu rapat. Jadi cukup nyaman, nggak dekat banget dengan pengunjung yang lain. 

Kasirnya di bagian depan ya, guys, Jadi pesan dulu, bayar, baru kemudian menunggu pesanan datang, Yah, hampir mirip dengan cara pesan di Solaria. Waktu itu kami memesan Paket Dosirak 7, Fruit Bingsoo (desert khas Korea), Street Tteokbokki (ini gambar di menunya menggoda banget, makanya pesan, wkwk), Sweet Tea dan Honey Citrun Tea. Untuk setiap pemesanan Sweet Tea dan Corn Tea, sudah bisa free refill ya, teman-teman. Namun hanya khusus untuk kedua minuman itu aja, yang lain nggak bisa refill. 

Bagi kalian yang penasaran apa saja menu yang terdapat di Oppa Dosirak, bisa cek di instagram mereka bagian story highlight Menu. Linknya di sini Instagram Oppa Dosirak. 


Paket 7 Dosirak berisi Chicken Teriyaki, Fried Kimchi, Rice + Salad, Side Dish dan bisa tambah soup dengan sedikit tambahan biaya. Ada dua pilihan salad yang bisa dipesan, yaitu Potato Salad dan Green Salad. Untuk Side Dish juga ada dua pilihan, Side Dish A (berisi aneka gorengan seperti hobakjeon—zukini goreng khas Korea, mandu—pangsit khas Korea dan beef sausage). Untuk Side Dish B berisi dakgangjeong—ayam pedas manis Korea dan brokoli. Saat itu, kami memilih Green Salad dan Side Dish B. 

Street Tteokbokki mereka sangat menggugah selera. Berisi potongan kue beras yang kenyal serta irisan odeng yang dimasak dengan saus gochujang. Telur rebus serta zukini gorengnya pun tak kalah enak, apalagi dimakan bersama dengan saus gochujang yang pedas manis. Street Tteokbokki disajikan dalam wajan kecil dengan alat makan berupa sumpit dan sendok panjang ala Korea. Wah, udah kayak di drama favorit kalian ya, guys. 

Untuk rasa makanannya sangat oke. Namun, saya sedikit kecewa dengan Honey Citrun Tea-nya. Dengan harga yang cukup mahal, rasanya kurang istimewa. Hanya seperti rasa teh yang dicampur dengan lemon dan madu. Mungkin memang seperti itu konsepnya, tapi ekspektasi saya terlalu tinggi, wkwk. Untuk Sweet Tea refill-nya sih no comment. 

Terakhir, kami menikmati desert Fruit Bingsoo-nya. Oh ya, karena Fruit Bingsoo ini berupa es krim yang pastinya cepat mencair, kalian bisa request agar desert-nya disajikan belakangan. Yaitu setelah makan utama selesai. Untuk sajian Fruit Bingsoo ini, sebenarnya not bad, namun terasa kurang spesial. Rasa es krim vanilla-nya mirip es krim Mixue yang ditambah dengan potongan buah, wkwk. 

Overall, kami cukup puas menikmati makan siang di Oppa Dosirak. Street Tteokbokki-nya benar-benar patut diacungi jempol. Pelayanan petugasnya pun sangat baik. Sebenarnya, masih banyak menu-menu yang belum kami coba. Mungkin kapan-kapan bisa ke sana lagi untuk review menu yang lain. 

Jadi, tertarik mencoba makanan khas Korea di Oppa Dosirak? 

Oppa Dosirak Ciputra Mall
Alamat : Mal Ciputra - Citraland Mall, Jl. Letjen S. Parman No. 01 11 1 Lt. 5, RT 11/RW 01, Tj. Duren Utara, Kec. Grogol Petamburan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11470
Jam operasional : 
11.00 - 22.00 (khusus hari Jumat : 13.00 - 21.00) 
Harga : 
- start from 35k

*Credit Photo : personal collection by Me (Nira Kunea)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Bulan Oktober kemarin, yang juga bertepatan dengan event Halloween di negara-negara Barat, bioskop-bioskop pun rilis banyak sekali film horor. Mengikuti hype tersebut, saya dan doi memutuskan untuk menonton salah satu film yang berjudul Pamali; Dusun Pocong di Mall Ciputra. Film ini seru banget dan cukup berhasil membuat penonton merinding. 

Nah, selesai menonton film, kami memutuskan untuk membeli makan. Namun, bingung mau makan apa karena bosan makan ke resto itu-itu aja wkwk. Ketika keliling-keliling nggak jelas (masih di lantai atas), kami menemukan salah satu resto kecil di ujung, di dekat Gramedia. Namanya Deuseyo. Restoran ini menyediakan menu Jjigae dan BBQ ala Korea gitu. Bagi yang belum tau, Jjigae merupakan sebutan untuk berbagai macam masakan Korea berupa sup yang dimasak dan dihidangkan di dalam panci kecil. Isinya bisa berupa seafood, sayuran, daging, atau tahu. 
 
Karena nggak antri dan doi juga belum pernah nyobain BBQ, akhirnya kami memutuskan untuk makan di resto ini. Deuseyo menyediakan berbagai macam paket Jjigae BBQ dan ada juga menu rice bowl. Harga mulai dari 85k - 120k untuk paket Jjigae BBQ dan 27k - 40k untuk rice bowl. Untuk lebih lengkapnya, bisa lihat foto menu di bawah ini, ya, gengs ~
 


Saya dan doi memesan BBQ Jjigae 3 yang isinya beef & chicken combo (mungkin sekitar 100gr), Jjigae set (berisi bakso-baksoan, mie keriting, pakcoy, jamur, sawi, jagung muda dan wortel) serta condiment berupa bawang putih, kimchi, gogumo mattang (ubi karamel ala Korea) dan saus-sausan (gochujang, kecap asin & minyak wijen). Paket sudah termasuk minum berupa ocha dan lemon tea yang bisa refill sepuasnya. Oh ya, kuahnya juga bisa refill tanpa perlu bayar lagi. Apabila mau tambah daging atau nasi juga bisa, tapi bayar terpisah ya, guys.


TBH, tempatnya sempit menurut saya. Hanya ada satu meja untuk berenam, satu meja untuk berempat dan dua meja untuk berdua yang letaknya berdekatan. Jadi, mungkin agak kurang nyaman kalau kondisi resto lagi full. Tapi, restonya ini bersih banget dan ada beberapa ornamen-ornamen yang membuat suasana nggak begitu boring. Selain itu, tempatnya nggak bau asap karena alat penyedot asapnya berfungsi dengan baik dan tidak berisik. 
 
Overall, kalau lagi nggak banyak pengunjung, tempatnya cukup nyaman untuk makan bareng doi karena suasananya seperti private. Makanannya enak dan sayurannya pun fresh. Bagi yang nggak bisa makan banyak, Deuseyo merupakan pilihan yang tepat. Karena mereka menyajikan BBQ dalam bentuk paket, jadi porsinya tidak berlebihan. Apabila masih kurang, bisa tambah menu lain secara terpisah. 
 
Jadi, kapan kalian mau nyobain Deuseyo?
 
Deuseyo Korean BBQ & Jjigae
Alamat : Mal Ciputra - Citraland Mall, Jl. Letjen S. Parman No.07 Lt. 5, RT.11/RW.1, Tj. Duren Utara, Kec. Grogol petamburan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11470
Jam operasional : 
11.00 - 21.00 (khusus hari Jumat : 13.00 - 21.00) 
Harga : 
- paket BBQ start from 85k 
- rice bowl start from 27k  
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Kayaknya bulan Oktober ini memang lagi hype banget film horor ya, guys. Banyak film horor yang rilis di bioskop. Sebut saja di antaranya Di Ambang Kematian, Bangku Kosong: Ujian Terakhir, Janin Iblis Neraka, Indigo, Pamali: Dusun Pocong dan The Exorcist. Mengikuti hype tersebut, akhirnya saya dan doi memutuskan untuk menonton salah satu film tersebut di akhir pekan. Yup, pilihan kami akhirnya jatuh kepada Pamali: Dusun Pocong. Berikut detail filmnya :

Jenis Film: Horror
Produser: Andi Suryanto, Marcella Daryanani, Willy Suryanto
Sutradara: Bobby Prasetyo
Penulis: Evelyn Afnilia
Produksi: LYTO Pictures
Casts: Fajar Nugra, Yasamin Jasem, Dea Panendra, Bukie B. Mansyur, Arla Ailani, Anantya Kirana
Durasi Film: 99 menit
 
Film ini menceritakan tentang tiga orang petugas medis (Gendis, Puput dan Mila) dan dua orang penggali kubur (Deden dan Cecep) yang ditugaskan untuk membantu sebuah dusun terpencil yang terkena wabah penyakit. Wabah tersebut berupa penyakit kulit yang menular apabila bersentuhan dengan penderitanya. Setiap hari, banyak warga yang jatuh sakit dan bahkan ada korban meninggal yang sudah beberapa hari belum dikuburkan karena keterbatasan SDM. 

Selain wabah penyakit dan banyaknya korban yang berjatuhan, sejak kedatangan mereka ke dusun tersebut, mereka menyadari bahwa ada sosok lain yang menghantui mereka, yaitu pocong. Awalnya mereka berpikir bahwa pocong tersebut sudah ada sebelum mereka datang, namun ternyata mereka salah. Kemunculan pocong tersebut dikarenakan ada salah satu dari mereka yang melanggar pantangan/ pamali desa tersebut. 

Setiap dusun memiliki adat istiadatnya masing-masing. Begitupun dengan dusun tersebut. Ternyata pantangan/ pamali di dusun itu sedikit berbeda atau bahkan bertentangan dengan pamali pada umumnya. Hal itulah yang menyebabkan kelima orang tersebut tidak sadar bahwa telah melanggar pantangan dan menyebabkan munculnya pocong-pocong gentayangan. 

Ini jumpscare-nya gila banget, sih. Awalnya saya mikir ini film nggak ada serem-seremnya sama sekali. Tapi, setelah mereka sampai di dusun itu, wah. Atmosfer horornya langsung kerasa. Ini vibes-nya mirip-mirip sama KKN Desa Penari, tapi asli, film ini menurut saya jauh lebih serem. Akses menuju dusun tersebut harus menyeberang (entah laut entah danau) yang lumayan luas, jadi kebayang kan betapa terisolir lokasinya. Walaupun listrik sudah masuk ke dusun itu, tapi tetep aja horor. Rumahnya tipe-tipe jaman dulu yang masih terbuat dari kayu dan masih banyak hutan-hutan di sekitarnya. 
 
Peran Fajar Nugra sebagai Cecep (yang dulu juga main di film KKN Desa Penari) sedikit menghibur penonton dengan tingkahnya yang kocak. Ya, walaupun dominan seremnya, tapi ada selingan lucu-lucunya dikitlah, wkwk. 
 
Minusnya, sampai film berakhir, tidak ada penjelasan mengenai asal-usul wabah tersebut. Mungkin bakal ada sequel? Terus, ada beberapa shoot pengambilan film yang agak goyang-goyang sampe bikin saya yang memiliki mata minus ini agak pusing T_T Kemudian, ada beberapa part yang ngeselin, tapi it's okay, bukan film horor namanya kalo nggak bikin penonton geregetan, haha.  
 
Overall, film ini bagus dan serem. Ada salah satu adegan yang bikin saya ikutan teriak bareng sama tokoh saking kagetnya. Jumpscare-nya saya acungi jempol, sih. Gokil. Namun, karena ceritanya tentang wabah penyakit, mungkin ada adegan yang agak disgusting. Buat orang yang agak jijik sama hal-hal kayak gitu, sebaiknya jangan bawa makanan ke dalam, karena pasti nggak akan nafsu makan, wkwk. 
 
Rate: 8/10. 

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Credit Photo : IMDB 
https://www.imdb.com/title/tt27958078/mediaviewer/rm1102732289/


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Terakhir kali ke Girimanik, kalo nggak salah di tahun 2016. Sudah 7 tahun rupanya tidak mampir ke tempat yang penuh kenangan ini. Hehe *curhat. Dulu saat masih masa-masa sekolah, ketika class meeting, suka main ke Girimanik walau lokasinya agak jauh. Nah, pada liburan Idul Fitri April 2023 kemarin, saya dan doi, serta teman saya dan doinya juga (wkwk) memutuskan untuk berkunjung ke Girimanik. Katanya, tempatnya jadi makin keren dan makin banyak spot fotonya. 
 
Jam 10 siang, kami otewe menuju Girimanik. Bagi yang belum tau lokasinya, Girimanik berada di Ngerapah, Desa Setren Kec. Slogohimo, Kab. Wonogiri, Jawa Tengah. Sekitar 30 km dari kota Wonogiri ke arah Ponorogo. Untuk menuju ke Setren, dari rumah sakit Amal Sehat Slogohimo, terus ke utara, kira-kira 10 km. 

Kurang lebih sekitar 45 menit berkendara, sampailah kami di Desa Setren. Di pintu masuk sudah ada ramai-ramai, untuk Mountain Camp letaknya di dekat pintu masuk. Namun, karena pengen ke air terjun, akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju area air terjun yang memakan waktu kira-kira 15 - 20 menit lagi. Hati-hati ya, karena jalannya cukup curam dengan salah satu sisinya adalah jurang. 
 
Setelah sampai, kami segera memarkirkan motor. Sebelum melakukan trekking ke air terjun, kalian bisa beristirahat sebentar menikmati udara pegunungan di area pinus. Girimanik memiliki 3 air terjun. Air Terjun Ismoyo, Manikmoyo dan Tejomoyo. Area pinusnya sangat nyaman dengan pondok-pondok penjual makanan. Kalian bisa bersantai sambil memakan cemilan atau berswafoto dengan latar belakang hutan pinus yang asri. 
 
[ Menikmati Suasana Girimanik ]
Sangat disarankan untuk mengisi perut terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan menuju air terjun. Karena lokasinya lumayan jauh dari area pinus dengan medan yang cukup menguras tenaga. Kami pun makan di salah satu pondok penjual pecel dan makan pop mie. 
 
Perut sudah terisi, hari mulai siang, kami pun memulai trekking menuju air terjun Manikmoyo. Di awal perjalanan, medan masih belum begitu sulit. Ada bagian jalan yang dicor menggunakan semen, untuk memudahkan kendaraan warga yang melintas. Udara di sekitar masih begitu sejuk dengan pepohonan yang cukup rindang. Kami berjalan santai sambil berfoto dan menikmati pemandangan. Kami juga melewati kebun kopi dan pondok kecil yang bisa dipakai berteduh kalau hujan turun. 
 
[ Trekking Menuju Air Terjun ]
[ Kebun Kopi ]
 Akhirnya, setelah kurang lebih satu setengah jam trekking, kami sampai juga di area air terjun. Kami tidak begitu banyak menemukan pengunjung lain, karena memang lokasinya cukup jauh. Kami hanya bertemu beberapa segerombolan anak kecil, mungkin seusia SMP dan beberapa pengunjung wanita yang sepertinya anak kuliahan. 
 
Untuk menuju ke air terjun Manikmoyo, pengunjung harus melakukan trekking sejauh kurang lebih 2 km. Waktu tempuh apabila berjalan santai adalah sekitar satu setengah jam. Cukup melelahkan, ya. Namun, kelelahan itu akan terbayar ketika sampai di area air terjun. Air terjun yang memiliki tinggi hampir 70 meter ini sangat indah. Sejuknya udara pegunungan akan membuat kamu betah berlama-lama di sini, apalagi sambil makan jajanan, wkwk. 
 
[ Air Terjun Manikmoyo ]
Setelah puas bermain-main di air terjun, kami memutuskan untuk kembali. Ketika kembali, gerimis sempat turun. Namun, karena kondisi pepohonan yang rindang, kami masih bisa berjalan pelan-pelan. Sesampainya di area pinus, masih ada beberapa pengunjung yang menikmati keasrian Girimanik. Namun, karena hari mulai sore dan kondisi langit agak mendung, kabut pun muncul. Karena hari sudah mulai sore, sekitar jam 3, kami pun meninggalkan area pinus. Kami berniat untuk mampir sebentar di Girimanik Mountain Camp. 

Girimanik Mountain Camp memiliki konsep resto dan penginapan. Untuk masuk ke area ini, kalian hanya perlu membayar tiket masuk sebesar 5000 rupiah per orang. Cabin yang tersedia tidak begitu besar, hanya berkapasitas 2 orang dewasa. Apabila ingin menginap, sebaiknya booking terlebih dahulu.

Bagi pengunjung yang tidak ingin menginap, di sini banyak spot foto yang menarik dengan background pegunungan. Selain kabin-kabin yang berjajar (di sebelah kanan), bagi yang tidak ingin menginap, kalian juga bisa menikmati suasana di Girimanik sambil nongkrong dan makan. Di sini ada restoran yang menyediakan makanan-makanan khas Jawa dan camilan bagi pengunjung yang hanya ingin singgah. Di sekitar lokasi sudah disediakan tempat duduk dengan view pegunungan yang asri serta ada beberapa gazebo di bagian bawah.
 
[ Suasana di Girimanik Mountain Camp ]
[ Kabin Girimanik Mountain Camp ]
Berikut adalah foto salah satu kabin yang berada di Girimanik Mountain Camp. Bentuk kabinnya sendiri sangat mungil seperti tenda dan kapasitasnya hanya bisa muat sekitar 2 orang dewasa. Tinggal di dalam kabin dengan suasana pegunungan yang asri, bisa jadi pilihan yang cocok untuk melepas penat. 
 
Sebelum pulang, kami menyempatkan diri untuk makan sore di Girimanik Resto. Salah satu menu yang kami pesan adalah tahu gejrot. Tahu gejrot merupakan makanan khas Cirebon yang terbuat dari tahu goreng yang dipotong kecil-kecil dan disiram dengan kuah yang telah diberi ulekan cabai, bawang putih, bawang merah, belimbing wuluh dan gula. Tahu gejrot biasa disajikan di layah kecil.

Berbeda dengan area air terjun yang hanya buka sampai jam 5 sore, untuk Girimanik Mountain Camp, buka sampai pukul 10 malam. Hmm, bisa jadi tempat yang bagus buat malam mingguan, ya? 

Girimanik Waterfall
Operational Hours : 08.00 AM – 05.00 PM
 
Girimanik Mountain Camp
Operational Hours : 08.00 AM – 22.00 PM
Location : Ngerapah, Setren Village, District. Slogohimo, Wonogiri, Central Java
 
Credit Photo
Personal Collection by Me (Nira Kunea)

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Halo, guys. Ada yang masih main game ini? Akhir Juni lalu, developer sebelah juga rilis game Undawn yang gameplay-nya cukup mirip dengan Lifeafter. Namun, karena sudah lama main game ini (kurang lebih sekitar 4 tahun dari awal rilis tahun 2019) walau jarang login karena sibuk, saya tetap nggak bisa berpaling dari Lifeafter wkwk. 

Okay, beberapa hari kemarin, saya sempat login dan ngebolang ria di game ini. Walau ada update map besar-besaran, rasanya Lifeafter masih seru untuk dimainkan saat senggang. Sekarang map-nya lebih bervariatif dan banyak tempat-tempat indah yang bisa kalian kunjungi. Bagi yang suka menjelajah, mungkin kalian akan menemukan tempat tersembunyi yang bagus untuk latar belakang foto karakter kalian. 

Selain mencari-cari tempat yang bagus, saya juga masih dengan kebiasaan saya yang suka farming bahan makanan dan mencoba resep baru. Hehe. Dan, rupanya ada banyak bahan masakan baru dari terakhir kali saya update di tahun 2019. Nah, ini mungkin belum semuanya ter-index. Namun, siapa tau ada resep makanan yang belum kalian coba. Cekidot list resep di bawah ini! 
 
  • Potato → Beli di Trade City (yang lebih praktis)
  • Honeydew Melon → Farming di map Assyrian Hills, Blade Hunter Base, Clear Sky Wheat Field
  • Cucumber → Farming di map Assyrian Hills 
  • Morel → Beli di Trade City 
  • Cranberry → Didapat dari Plantation di Swamp Shelter Land 
  • Sea Buckthorn → Didapat dari Plantation di Wild & Sand Shelter Land, beli di Trade City
  • Longan Fruit → Didapat dari Plantation di Storm Shelter Land, beli di Trade City
  • Mulberry → Didapat dari Plantation di Blaze Shelter Land, beli di Trade City
  • Lychee → Didapat dari Plantation di Wilderness Shelter Land, beli di Trade City
  • Lemon → Beli di Trade City 
  • Tea Leaves → Farming di Gem Cove, Tukar di Edwin Gathering Team
  • Orange → Didapat dari Plantation di Snowfields Shelter Land
  • Mango → Didapat dari Plantation di Shelter Land
 

POTATO RECIPES 

1. Thai Rice Noodle
Ingredients → 1 Shrimp/ 1 Potato/ 1 Rice/ 1 Leek, ginger and garlic
Effect → Increase Hemp Gathering Mastery, Mining Crit

2. Beef Stew with Potatoes
Ingredients → 2 Meat/ 1 Carrot/ 1 Potato
Effect → Damage to Humanoid Monsters 

3. Fried Pork with Potato Shreds 
Ingredients → 2 Meat/ 2 Potato
Effect → Damage to Infected Creatures 

4. Fries 
Ingredients → 1 Cooking Oil/ 3 Potato
Effect → Increase Hemp Gathering Mastery, Swimming Speed Increase, Improve Movement Speed

5. Accordion Potatoes 
Ingredients → 1 Meat/ 1 Seasoning/ 2 Potato
Effect → Crit Chance increase, Increase Firing Range

6. Spicy Fried Potato Wedges 
Ingredients → 1 Cayenne Pepper/ 1 Cooking Oil/ 2 Potato
Effect → Increase Fighting Mastery, Increase Reload Speed

7. Cooked Rice with Potatoes 
Ingredients → 1 Rice/ 1 Leek, ginger and garlic/ 1 Carrot/ 1 Potato
Effect → Increase Logging Speed, Sandstorm Resistance

8. Grilled Potato
Ingredients → 4 Potato
Effect → Increase Firing Rate, Increase Firing Range

9. Braised Diced Potatoes 
Ingredients → 1 Cayenne Pepper/ 1 Carrot/ 2 Potato
Effect → Attack Speed Increase, Max Energy Raising Rate

10. Fried Baby Potatoes with Scallion
Ingredients → 1 Cooking Oil/ 2 Potato/ 1 Leek, ginger and garlic
Effect → Increase Firing Rate, Decrease Ammunition Loading

11. Bread with Bacon and Potatoes
Ingredients → 1 Meat/ 2 Flour/ 1 Potato
Effect → Damage to Building increased, Crit Chance increased

12. Egg Salad with Mashed Potatoes
Ingredients → 1 Milk/ 1 Egg/ 1 Corn/ 1 Potato
Effect → Increase Fighting Mastery, Damage to Humanoid Monster increased, Crit Chance increase

13. Fried Sliced Potatoes
Ingredients → 1 Cooking Oil/ 1 Potato/ 1 Sauce/ 1 Leek, ginger and garlic
Effect → Headshot Damage Increase, Blizzard Resistance

14. Mashed Potato with Cheese
Ingredients → 1 Meat/ 2 Milk/ 1 Potato
Effect → Max Energy Raising Rate, Energy Restoration rate increase

15. Pancake with Julienne Potatoes 
Ingredients → 1 Cooking Oil/ 1 Potato/ 1 Sauce/ 1 Flour
Effect → Mining Crit, Energy Restoration rate increase

16. Egg Crepes with Shrimp & Potatoes 
Ingredients → 1 Shrimp/ 2 Egg/ 1 Potato
Effect → Logging Crit, Max Energy Raising Rate

17. Rice with Beef and Potatoes
Ingredients → 1 Meat/ 1 Egg/ 1 Rice/ 1 Potato
Effect → Hemp Gathering Crit Chance, Max Energy Raising Rate

18. Braised Chicken and Potatoes 
Ingredients → 1 Meat/ 1 Rice/ 1 Sauce/ 1 Potato
Effect → Increase Hemp Gathering Mastery, Increase Gathering Speed, Hemp Gathering Crit Chance

19. Sweet Fried Julienne Potatoes 
Ingredients → 1 Cooking Oil/ 1 Sugar/ 2 Potato
Effect → Increase Fighting Mastery, Increase Reload Speed


LEMON RECIPES 

20. Lemon Marmalade
Ingredients → 2 Egg/ 2 Lemon
Effect → Allay Hunger 

21. Chilled Sliced Lemon
Ingredients → 1 Ice Cubes/ 3 Lemons
Effect → Improve Movement Speed 

22. Honey Lemon Tea
Ingredients → 1 Honey/ 2 Ice Cubes/ 1 Lemon
Effect → Jump Increase 

23. Lemon Chiffon Cake
Ingredients → 1 Flour/ 1 Sugar/ 1 Egg/ 1 Lemon
Effect → Increase Hemp Gathering Mastery, Increase Gathering Speed

24. Lemon Madeleine
Ingredients → 1 Flour/ 2 Egg/ 1 Lemon
Effect →  Energy restoration rate increase

25. Lemon Ice Cream 
Ingredients → 2 Ice Cubes/ 1 Sugar/ 1 Lemon
Effect → Improve Movement Speed, Jump Increase 

26. Strawberry Lemon Drink 
Ingredients → 2 Ice Cubes/ 1 Strawberry/ 1 Lemon
Effect → Improve Movement Speed, Swamp Resistance


CUCUMBER RECIPES 

27. Fried Cubes
Ingredients →1 Meat/ 1 Carrot/ 1 Potato/ 1 Cucumber
Effect → Damage to Infected Creatures increased, Crit Chance increase

28. Cucumber Rolls with Boiling Oil
Ingredients → 1 Cayenne Pepper/ 1 Cucumber/ 1 Sauce 1 Leek, ginger and garlic
Effect → Damage to Humanoid Monster, Increase Firing Rate

29. Safe and Lucky Bamboo
Ingredients → 1 Sugar/ 1 Carrot/ 1 Corn/ 1 Cucumber
Effect → Increase Logging Speed, Logging Crit, Max Energy Raising Rate

30. Tri-Color Shrimp
Ingredients → 1 Shrimp/ 1 Carrot/ 1 Cucumber/ 1 Leek, ginger and garlic
Effect → Damage to Infected Creature, Max Energy Raising Rate

31. Hot and Sour Noodles
Ingredients → 1 Cayenne Pepper/ 1 Cucumber/ 1 Sauce/ 1 Flour
Effect → Increase Mining Speed, Mining Crit, Max Energy Raising Rate

32. Cold Cucumber in Sauce
Ingredients → 1 Sugar/ 1 Cucumber/ 1 Sauce/ 1 Leek, ginger and garlic
Effect → Increase Gathering Speed, Hemp gathering Crit Chance, Max Energy Raising Rate


CANTALOUPE/ HONEYDEW MELON RECIPES

33. Cantaloupe Milkshake
Ingredients → 2 Milk/ 2 Honeydew Melon
Effect → Improved Movement Speed, Energy Consumed when running decrease, Sandstorm Resistance

34. Cantaloupe Jam 
Ingredients → 4 Honeydew Melon
Effect → Increase Gathering Speed, Improve Movement Speed

35. Cantaloupe Ice Cream
Ingredients → 1 Milk/ 1 Ice Cubes/ 1 Sugar/ 1 Honeydew Melon
Effect → Improve Movement Speed, Energy consumed when running decrease, Swamp Resistance.

36. Cantaloupe Cake
Ingredients → 1 Flour/ 1 Milk/ 2 Honeydew Melon
Effect → Increase Hemp Gathering Mastery, Increase Logging Speed, Logging Crit

37. Cantaloupe and Coconut Milk Pudding
Ingredients → 1 Milk/ 1 Coconut/ 1 Sugar/ 1 Honeydew Melon
Effect → Increase Hemp Gathering Mastery, Increase Mining Speed, Mining Crit

38. Colorful Fruit Tea
Ingredients → 1 Ice Cubes/ 1 Lemon/ 1 Watermelon/ 1 Honeydew Melon
Effect → Increase Hemp Gathering Mastery, Increase gathering Speed, Hemp Gathering Crit Chance

39. Coconut Tapioca
Ingredients → 1 Coconut/ 1 Honeydew Melon/ 1 Milk/ 1 Rice
Effect → Increase Fighting Mastery, Damage to Infected Creatures increase, Crit Chance increase

40. Cantaloupe Popsicle 
Ingredients → 2 Ice Cubes/ 2 Honeydew Melon
Effect → Damage to Wild Animals increases, Improve Movement Speed

41. Roasted Cantaloupe Slices
Ingredients → 1 Seasoning/ 3 Honeydew Melon
Effect → Headshot Damage Increase, Increase Reload Speed 
 
 
SWEET ORANGE RECIPES
 
42. Orange Cookies
Ingredients →  1 Flour/ 1 Sugar/ 2 Sweet Orange
Effect → Increase Logging Speed, Logging Crit, Max Energy Raising Rate

43. Sweet Orange Juice
Ingredients → 1 Ice Cubes/ 3 Sweet Orange
Effect → Increase Mining Speed, Mining Crit, Max Energy Raising Rate

44. Orange Steamed Egg
Ingredients → 3 Egg/ 1 Sweet Orange
Effect → Damage to Infected Creatures Increase, Increase Firing Rate, Headshot Damage Increase, Stability 

45. Lemon & Orange Juice
Ingredients → 2 Ice Cubes/ 1 Lemon/ 1 Sweet Orange
Effect → Mining Crit, Swimming Speed Increase 

46. Orange Chiffon Cake 
Ingredients → 1 Flour/ 1 Egg/ 1 Sugar/ 1 Sweet Orange
Effect → Increase Gathering Speed, Hemp Gathering Crit Chance, Max Energy Raising Rate

47. Marmalade 
Ingredients → 4 Sweet Orange
Effect → Damage to Humanoid Monsters increase, Increase Firing Rate

48. Orange Lollipop 
Ingredients → 2 Sugar/ 2 Sweet Orange
Effect → Improve Movement Speed, Energy consumed when running decrease, Stability  
 
49. Orange Milk Curd 
Ingredients → 1 Milk/ 2 Ice Cubes/ 1 Sweet Orange
Effect → Increase Gathering Speed, Improve Movement Speed

50. Orange with Fried Crab Meat
Ingredients → 1 Swimming Crab/ 1 Sweet Orange/ 1 Sauce/ 1 Leek, ginger and garlic
Effect → Swimming Speed Increase, Energy consumed when running decrease
 
51. Candied Orange Peel
Ingredients →  1 Sweet Orange/ 2 Sugar/ 1 Seasoning
Effect → Swimming Speed Increase, Energy consumed when running decrease, Swamp Resistance
 
 
TEA LEAVES RECIPES
 
52. Hot Tea
Ingredients → Tea Leaves/ Ice Cubes
Effect → Max Parasitic Vitality, Reduce Parasitic Vitality Cost

53. Tea-boiled Eggs
Ingredients → Tea Leaves/ Egg
Effect → Improve Movement Speed, Spore Fission Index, Symbiosis Recovery Percentage

54. Tea Rice
Ingredients → Tea Leaves/ Ice Cubes/ Rice
Effect → Increase Firing rate, Parasitic Damage Coefficient, Spore Recovery Convert Rate

55. Fried Eggs with Tea Leaves
Ingredients → Tea Leaves/ Egg/ Cooking Oil
Effect → Crit Chance increase, Max Parasitic Vitality, Symbiosis Recovery Percentage
 
56. Raphael/ Bubble Tea
Ingredients →  Tea Leaves/ Milk/ Ice Cubes
Effect → Damage to Infected Creatures increase, Damage to Humanoid Monsters increase, Crit Chance increase

57. Fruit Tea
Ingredients → Tea Leaves/ Ice Cubes/ Fruit
Effect → Improve Movement Speed, Energy Consumed when running decrease 

58. Matcha Cake 
Ingredients → 1 Flour/ 1 Milk/ 1 Sugar/ 1 Tea Leaves
Effect → Logging Crit, Mining Crit, Hemp Gathering Crit Chance

59. Matcha Pudding
Ingredients → 1 Flour/ 1 Milk/ 1 Ice Cubes/ 1 Tea Leaves
Effect → Increase Logging Speed, Increase Mining Speed, Increase Gathering Speed

60. Tea Jelly Milk Curd 
Ingredients → 1 Fruit/ 1 Milk/ 1 Ice Cubes/ 1 Tea Leaves
Effect → Damage to Infected Creature increased,  Damage to Humanoid Monsters increase, Parasitic Damage Coefficient, Reduce Parasitic Vitality Cost
 
61. Tea Barbecued Meat
Ingredients → Tea Leaves/ Meat
Effect → Spore Vission Index, Spore Recovery Convert Rate

MANGO RECIPES

62. Mango Smoothies
Ingredients → 3 Ice Cubes/ 1 Mango
Effect → Swimming Speed increase, Max Energy Effect Percentage

63. Mango Pancake
Ingredients →  1 Flour/ 1 Milk/ 1 Egg/ 1 Mango
Effect → Increase Hemp Gathering Mastery, Increase Logging Speed, Logging Crit

64. Mango Milkshake 
Ingredients → 2 Milk/ 1 Ice Cubes/ 1 Mango
Effect → Increase Hemp Gathering Mastery, Increase Mining Speed, Mining Crit

65. Mango Pudding
Ingredients →  1 Flour/ 1 Milk/ 1 Ice Cubes/ 1 Mango
Effect → Increase Hemp Gathering Mastery, Increase Gathering Speed, Hemp Gathering Crit Chance
 
66. Mango Egg Tart
Ingredients → 1 Flour/ 1 Egg/ 1 Sugar/ 1 Mango
Effect →Increase Fighting Mastery, Damage to Wild Animals increases, Crit Chance increase


OTHER NEW RECIPES 
 
67.Pure Mulberry Jam
Ingredients → Mulberry
Effect →  Damage to Infected Creatures increase, Damage to Humanoid Monsters increase, Damage to Wild Animals increases, Crit Chance increase

68. Organic Cranberry Cookies
Ingredients → Cranberry
Effect → Damage to Infected Creatures increase, Damage to Humanoid Monsters increase, Damage to Wild Animals increases, Crit Chance increase

69. Rice-water with Longans
Ingredients → Longan Fruit
Effect → Damage to Infected Creatures increase, Damage to Humanoid Monsters increase, Damage to Wild Animals increases, Crit Chance increase

70. Ultimate Seaberry Cake
Ingredients → Sea Buckthorn
Effect → Damage to Infected Creatures increase, Damage to Humanoid Monsters increase, Damage to Wild Animals increases, Crit Chance increase
 
71. Fantasy Cold Lychee Drink
Ingredients → Lychee
Effect → Damage to Infected Creatures increase, Damage to Humanoid Monsters increase, Damage to Wild Animals increases, Crit Chance increase

72. Tempura
Ingredients → 1 Fish/ 1 Flour/ 1 Egg/ 1 Cooking Oil
Effect → Increase Gathering Speed, Hemp Gathering Crit Chance 

73. Satay
Ingredients → 3 Meat/ 1 Sauce
Effect → Increase Reload Speed 

74. Cheeseburger
Ingredients → 1 Meat/ 2 Flour/ 1 Milk
Effect → Increase Hemp Gathering Mastery, Logging Crit

75. Nasi Goreng 
Ingredients → 1 Meat/ 1 Vegetables/ 1 Egg/ 1 Rice
Effect → Ammo Capacity, Increase Firing Rate 

76. Coconut Rice 
Ingredients → 1 Coconut/ 1 Egg/ 1 Rice/ 1 Sauce
Effect → Increase Fighting Mastery, Damage to Infected Creature, Increase Firing Rate

77. Fish and Chips 
Ingredients → 1 Fish/ 1 Vegetables/ 1 Sauce/ 1 Cooking Oil
Effect → Increase Hemp Gathering Mastery, Hemp Gathering Crit Chance 

78. Fried Shrimps with Eggs
Ingredients → Shrimp/ Egg
Effect → Allay Hunger

Nah, itu dia beberapa resep baru yang saya cobain. Btw, ada sate dan nasi goreng juga, xixixi. Aku terkesima, ges. Bagi yang gabut seperti saya, mungkin main game ini tidak terlalu mementingkan develop karakter atau gimana caranya agar char semakin kuat. Tapi, lebih menikmati farming bahan makanan dan percobaan resep-resep baru. Saya juga lebih sering jalan-jalan, foto-foto di tempat bagus daripada AO (Area Operations) atau quest. Yah, AO dan quest kadang-kadang aja. 

Berikut saya kasih bonus beberapa foto-foto di game ini. Oh ya, yang ada bunga sakura-nya itu di map Gem Cove ya, guys. Indah banget, kan? Cocok inimah buat foto pre-wedding in game, wakaka. 
 





 
Credit Photo:
#Personal Collection and Screenshot by Me, Nira Kunea.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

ABOUT ME

About Me
Films maniac who loves smell of lemons and earth after the rain. Read horror stories and do lettering.

Popular Post

  • Resep-resep Unik in Game LifeAfter
    Udah pada tau game LifeAfter belom? Yup, di postingan sebelumnya, saya udah menceritakan tentang beberapa keunikan dan apa saja yang b...
  • Confessions, Kegilaan di Setiap Pengakuan
    Judul : Confessions Judul asli : Kokuhaku Penulis : Minato Kanae Penerjemah : Clara Canceriana, Andry Setiawan Cetakan Pertama : ...
  • 10 Lagu Lawas Ini Dijamin Bikin Kamu Merasa Balik ke Masa Lalu!
    Yuhuuu, karena bosan sama playlist yang itu-itu mulu, saya akhirnya mencoba untuk mencari-cari lagu-lagu lama. Lagu saat SD, SMP, poko...
  • Catatan Liburan di Taman Safari, Bogor
    Pokoknya, jalan-jalan emang nggak ada matinya. Seperti yang saya alami bersama dengan rekan-rekan kerja satu tim, akhir April lalu. Kam...
  • It's Not Just A Hobby, It's Life!
    Sampai sekarang, bahkan ketika saya merasa ada hobi-hobi lain yang lebih nge-hits dan kekinian, seperti traveling, kuliner, d...

Categories

Books Budaya Festival Film Foods Game Giveaway Hobby Indonesian Book Indonesian Film Jakarta Jejepangan K-Drama Kuliner Music Notes Novel One Ok Rock Place To Eat Review Romance Teenlit Tips & Tricks Travel True Story Visual Kei What to Eat Wisata Wonogiri Writing

Recent Post

    Blog Archive

    • ▼  2025 (4)
      • June 2025 (1)
      • May 2025 (1)
      • April 2025 (1)
      • March 2025 (1)
    • ►  2024 (5)
      • November 2024 (1)
      • September 2024 (2)
      • March 2024 (1)
      • January 2024 (1)
    • ►  2023 (9)
      • October 2023 (1)
      • September 2023 (2)
      • August 2023 (1)
      • June 2023 (1)
      • May 2023 (1)
      • March 2023 (1)
      • February 2023 (1)
      • January 2023 (1)
    • ►  2022 (9)
      • November 2022 (1)
      • October 2022 (1)
      • September 2022 (1)
      • August 2022 (1)
      • July 2022 (1)
      • June 2022 (1)
      • May 2022 (1)
      • March 2022 (1)
      • January 2022 (1)
    • ►  2021 (6)
      • November 2021 (1)
      • October 2021 (1)
      • September 2021 (1)
      • July 2021 (1)
      • April 2021 (1)
      • February 2021 (1)
    • ►  2020 (5)
      • December 2020 (1)
      • October 2020 (1)
      • June 2020 (1)
      • April 2020 (1)
      • February 2020 (1)
    • ►  2019 (7)
      • December 2019 (1)
      • October 2019 (1)
      • September 2019 (1)
      • August 2019 (1)
      • June 2019 (1)
      • March 2019 (1)
      • January 2019 (1)
    • ►  2018 (4)
      • September 2018 (1)
      • April 2018 (1)
      • February 2018 (1)
      • January 2018 (1)
    • ►  2017 (10)
      • December 2017 (1)
      • November 2017 (1)
      • October 2017 (1)
      • September 2017 (1)
      • August 2017 (2)
      • July 2017 (1)
      • May 2017 (1)
      • March 2017 (1)
      • February 2017 (1)
    • ►  2016 (14)
      • December 2016 (1)
      • November 2016 (2)
      • October 2016 (2)
      • August 2016 (2)
      • July 2016 (1)
      • June 2016 (1)
      • May 2016 (1)
      • April 2016 (2)
      • March 2016 (2)

    Follow My Blog

    Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates