Need Break From Everything and Everyone? Kunjungi Saja Puncak Secokro di Wonogiri Ini!

February 04, 2018

[ View Dari Puncak Secokro ]
Seperti ritual di tahun-tahun sebelumnya, setiap akhir atau awal tahun, bagi anak rantauan seperti saya, pasti akan menyempatkan waktu untuk mengunjungi kampung halaman. I'm back home because I'm homesick, wkwk. Dan rasanya, liburan kali ini adalah liburan yang paling spektakuler. Kenapa spektakuler? Pasalnya, selama lima hari di rumah dan hujan turun terus setiap menjelang siang, wkwk.

Syukurnya, saya masih diberi kesempatan untuk main-main sebentar ke Purwantoro, daerah Wonogiri Timur bersama teman masa kecil saya. Awalnya kami bingung-bingung banget mau main ke mana. Kalau main jauh-jauh ngeri kejebak hujan di jalan (karena memang lagi musimnya). Kalau yang dekat, hampir sudah dikunjungi semua, wkwk. Jadi serba salah, deh. Namun, setelah Googling sejenak, akhirnya kami memutuskan untuk ke Puncak Secokro yang terletak di desa Sumberrejo, Bakalan, Kec. Purwantoro. 

Butuh perjuangan khusus untuk sampai ke tempat yang menyenangkan ini. Ceritanya, kami tuh nggak tau jalan dan hanya mengandalkan Google Maps yang (kadang) menyesatkan. Kalau di kota besar, pakai Google Maps kita bisa sampai. Tapi, kalau di daerah pedesaan seperti ini, kadang malah bisa disasarin sampai ke tempat antah berantah, wkwk. Setelah satu setengah jam perjalanan dan bertanya ke lebih dari lima orang (omegat haha), akhirnya kami sampai juga di tempat yang sebenarnya sudah hits dari tahun 2017 tersebut. 


[ Negeri di Atas Awan ]


Puncak Secokro ternyata lebih tinggi dari Bukit Cumbri loh. Namun, pendakiannya tidak terlalu jauh karena motor bisa dibawa sampai ke atas, dekat dengan puncaknya. Kami berkunjung bukan ketika hari libur, pas hari Senin siang. Dan kaget ketika suasana di gerbangnya sepi sekalih pemirsah, wkwk. Namun, hal itu tidak menyurutkan tekad kami. Masa sudah jauh-jauh otewe nggak menghasilkan apa-apa, kan nggak lucu, sumpah. Akhirnya, kami mendaki sendiri bermodal nekat dan mengikuti jalan setapak. Karena sempat ragu, kita jadinya bolak-balik dua kali. Hahaha. 

Sampai di atas, ternyata tempatnya asli keren. You can see everything green and relax your mind. Pemandangan hijau yang asri memang selamanya akan memanjakan mata dan membuat pikiran tenang. Ada untungnya juga kami berkunjung pas bukan hari libur. Pasalnya, ketika di atas, sama sekali nggak ada manusia lain selain kami berdua. Jadinya, kami bisa puas poto-poto tanpa merasa terganggu atau pun risih. Dan kocaknya lagi, kami merasa hanya kami yang memiliki tempat ini, hahaha. 



[ Ngeksis dulu, guys ✌ ]

Saat duduk di lincak (bangku yang terbuat dari bambu) dan memandang perbukitan serta deretan perumahan dan perkebunan warga, saya merasa nyaman dan hampir nggak ingin meninggalkan tempat ini. Apalagi saat itu sayup-sayup terdengar musik campursari yang membuat mata jadi ngantuk-ngantuk gimana gitu, wkwk. Namun, teman saya memaksa untuk segera turun karena khawatir hujan jatuh dari langit (yang saat itu terasa sangat dekat).


[ Maka, nikmat manalagi yang kamu dustakan, Dek? ]

Akhirnya, setelah selesai poto-poto ria, kami turun sambil ngobrol ngalor-ngidul, menceritakan hal-hal yang yang entah penting atau tidak. Namun, hal itulah yang menjadikan saya selalu rindu untuk kembali pulang dan mengajak teman saya berkunjung ke tempat-tempat yang belum pernah kami kunjungi. 

See you in the next trip, guys ^^

Credit photo : by Arazh

You Might Also Like

0 komentar