Serunya Festival Dua Budaya di Acara Jak-Japan Matsuri 2017!

September 17, 2017


Pada tanggal 9 - 10 September lalu, di lapangan Wisma Aldiron yang terletak di Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, ada festival Jejepangan. Yap! Jak-Japan Matsuri memang diadakan setiap setahun sekali. Biasanya sekitar bulan-bulan September. Buat yang sering datang ke festival ini, pastinya sudah tau kalau sebelumnya acara ini diadakan di Monas dan Gelora Bung Karno Senayan. 

Harga tiket masuk kemarin adalah sebesar Rp 40.000 dan itu berlaku untuk dua hari penyelenggaraan (9-10 September). Karena terbatasnya waktu, saya dan tiga orang teman saya datang pada hari Minggu. Walaupun sudah lewat, tapi acara itu benar-benar membekas di hati para pengunjungnya. Termasuk saya (gak ada yang nanya, wkwk).

Waktu itu dua orang teman saya berangkat duluan karena mau cosplay. Saya dan satu orang teman lagi (sebut saja namanya Asih), menyusul. Sekitar pukul setengah tiga, kami sampai di lokasi yang sudah dipadati pengunjung. Walau cuacanya nanas anget (baca: panas banget) namun antusiasme para pencinta Jejepangan ini tetap tinggi, loh!


[ Suasana di Jak-Japan Matsuri 2017 ]

Berbagai macam penampilan budaya ditampilkan di sana. Kalau dari Indonesia ada penampilan Lenong Betawi dan DKI Jakarta Cultural Performance. Untuk Jejepangannya, jangan ditanya. Banyaaaak! Di antaranya ada Cikarang KEION, Historia Band, Amakusa dan ada beberapa band Indonesia yang menyanyikan lagu-lagu Jepang. Nggak heran juga sih, kenapa perpaduan dua budaya ditampilkan di sini. Karena tema acara ini sebenarnya adalah "Indonesia & Japan Always Together" dan sebagai bukti persahabatan antar dua negara. So sweet banget, ya? Wkwk. 

[ Ada yang lagi main gaple, wkwk ]

Ada banyak stand yang mengelilingi lapangan Wisma Aldiron ini. Suka makanan Jepang? Suka takoyaki, okonomiyaki, ramen? Dehhh, di sini tinggal milih! Banyak banget stand yang menjual makanan tersebut. Dengan rasa dan harga yang beragam tentunya, pemirsa. Ada juga stand minuman yang menjual aneka kakiguri (es serut khas Jepang), ocha dan aneka macam squash. 

[ Masak Takoyaki dulu pemirsa ]

Pengen beli aksesoris khas Jepang? Jaket ataupun kaus anime? Sticker, poster, gantungan kunci, kipas, notes dan kawan-kawan yang bernuansa Jepang? Guys, di sini yang jual banyak. Pokoknya, buat kamu yang suka Jejepangan, di sinilah surganya, wkwk. Makanya saya nggak pernah ingin melewatkan festival yang satu ini karena keseruannya memang nggak ada tanding!

Di sini juga ada banyak mbak-mbak cantik en mas-mas ganteng yang cosplay jadi berbagai macam karakter anime. Jujur aja, saya datang ke acara ini cuma pengen hunting foto bareng cogan. Hahaha. Kocak? Memang, dari dulu. Wkwk.

                      






[ Para cosplayer yang kece-kece badai! ]


Selain surganya takoyaki, cosplay dan aksesoris, ada salah satu pertunjukan yang benar-benar menarik. Mikoshi, adalah sebuah tandu yang dihias megah seperti yagura. Katanya, Mikoshi digunakan untuk membawa objek pemujaan atau roh dari persemayaman permanen ke tempat peristirahatan sementara (otabisho) selama berlangsungnya Matsuri, dengan maksud untuk menenangkan roh-roh tersebut.

[ Penampakan salah satu Mikoshi ]

Setelah puas keliling-keliling, makan takoyaki, minum 2 porsi lemon squash dan hunting foto bareng para cosplayer, saya dan Asih memutuskan untuk pulang. Walaupun panas dan lelah, tapi kita tetap senang. Semoga kami bisa hadir lagi di acara tahun depan! 

Credit Photo : By Me

You Might Also Like

0 komentar