3 Soundtrack Anime Paling Keren Sepanjang Masa!

May 21, 2016



Well, setelah di postingan sebelumnya membahas tentang lagu-lagu Jepang yang paling oke [menurut saya], kali ini saya akan share beberapa soundtrack anime yang juga paling keren menurut saya. Hahaha #ribetbangetsih

Kenapa hanya 3? Beda dengan alasan postingan pertama yang emang dasar males ngetik [?] kali ini saya punya alasan cukup logis mengapa saya hanya memilih 3 lagu dari sekian banyak soundtrack anime yang [pastinya] jumlahnya bejibun [ceilehhh….]

Memang, sesungguhnya, ada begitu banyak anime dengan soundtrack yang bagus. Tak bisa dipungkiri, kalau soundtrack juga berperan penting untuk membuat feel dalam anime itu terasa lebih hidup. Namun, yang ngena dan nggak pernah bosen saya dengerin baru 3 [limit banget, sih]. Karena ketiga lagu tersebut benar-benar istimewa buat saya.

Penasaran? Yuk, cek di bawah!

3. TK From Ling Toshite Sigure – Unravel [OST Tokyo Ghoul]


Beberapa waktu lalu [beberapa waktu lalunya saya bisa sampai satu tahun ke belakang, loh, wkwk] saya mengunggah sebuah foto bareng salah satu Cosplay di acara Jak-Japan Matsuri. Saya sebenernya nggak tau dia cosplay char siapa, yang penting foto aja, wkwk. Eh, ada seorang teman yang berkomentar bahwa char tersebut merupakan char favoritnya.

Iseng-iseng saya nanya, itu siapa [koplak banget, kan, haha] dia jawab Ken Kaneki di anime Tokyo Ghoul. Abis dia bilang begitu, saya langsung ngubek-ubek web biasa tempat download anime. Akhirnya nemu juga judul anime yang tadi dia sebutkan.

Oke. Download episode pertama. Dan langsung ditonton malemnya. Lalu jatuh cinta sama tokoh dan alurnya sih, pastinya. Tapi, yang paling menarik bagi saya adalah soundtrack-nya yang entah mengapa, langsung terngiang-ngiang di otak saya.

Pas pertama denger, kirain yang nyanyi cewek. Asli, suaranya bagus dan indah banget. Nyanyinya bener-bener penuh penghayatan dan kayak langsung dari hati. Ngedengerin suaranya [apalagi di bagian reffrain] yang penuh emosi, jadi kebawa suasana, kayak ikut merasakan sakitnya jadi Kaneki.



Walaupun begitu, musiknya nggak melow. Malah terkesan hard. Raungan gitar di sana-sini, ketukan drum bertempo cepat, cabikan bass-nya yang luar biasa dan ada satu bagian dimana TK nyecream. Beberapa part dimana ada suara piano dan gesekan biola, semakin memperindah lagu ini. Bener-bener komposisi yang cerdas.

Secara keseluruhan, Unravel benar-benar mewakili isi dari anime Tokyo Ghoul. Bener-bener mewakili apa yang dirasakan oleh si tokoh utama. Salah satu yang paling kentara ada pada liriknya yang ini :

Oshiete yo oshiete yo, sono shikumi wo [katakan padaku katakan padaku, bagaimana kerjanya] 
Boku no naka ni, dare ga iru no [siapa sebenarnya yang ada dalam diriku?]

Pas banget sama Kaneki yang berubah jadi setengah ghoul karena organ dalamnya diganti sama organ dalam milik Rize [yang merupakan ghoul murni]. 

2. Mika Kobayashi – Bios [OST Guilty Crown]


Oke, sebelum ngebahas soundtrack, izinkan saya memberi komentar untuk anime meccha yang satu ini. Just two words. Keren banget. Yaa, walaupun akhirnya nggak begitu happy ending [Shu buta, Inori sama Gai mati] tapi masih ada teman-teman yang setia menemani Shu.

Well, first time denger lagu Bios yang jadi back sound di salah satu adegan Shu ngeluarin void [entah void siapa, ane lupa, wkwk] saya ngira Mbak Mika nyanyi lagu Jepang. Tapi, makin lama didengerin, kok semakin nggak mirip bahasa Jepang yah? Hahaha. Pas googling di web, ternyata itu adalah bahasa Jerman pemirsah. Pantesan aja. 

[ Guilty Crown ]
Oleh karena itu, Bios menjadi lagu Jerman pertama yang saya dengerin. Dan bagusnya lagi, saya langsung kesengsem. Suaranya Mbak Mika, asli, merdu. Pake banget. Pronunciation nya juga unik, seneng ngedengerinnya.

Musiknya juga megah. Kental dengan nuansa orkestra. Petikan bass dan gebukan drum-nya mantap. Pokoknya, epic banget, deh! Cocok kalo sama genre-nya Guilty Crown mah.

Yang paling saya suka adalah ketika Mbak Mika nyanyiin bagian ini :

Erinnerst du dich noch?
Errinest du dich noch, an dein wort das du mir gegeben hast?
Erinnerst du dich noch?
Errinest du dich noch, an den tag an dem du mir?

[Do you still remember?]
[Do you still remember your word that you gave to me?]
[Do you still remember?]
[Do you still remember the day when you?]

Kesan epic-nya berasa banget. Nggak bosen dengerin nih lagu walaupun sehari bisa diputer sampe puluhan kali. Hahaha. Pokoknya, daripada cuma baca artikel ini dan penasaran sama lagunya, mending langsung googling atau cek di Youtube.

Satu lagi, buat yang belum nonton Guilty Crown, anime ini highly recommended! Nggak bakal nyesel nonton, kecuali kalo kamu adalah pencinta anime happy ending. Wkwkwk.

1. Akeboshi – Wind [OST Naruto]


Nah, ini dia soundtrack paling memorable yang pernah saya denger. Pokoknya, kalau dengerin lagu ini, saya merasa seperti terlempar ke masa lalu. Ke masa saat saya masih bocah dan selalu nungguin anime ini [waktu itu, anime ini tayang sekitar jam 5 sore]. Yap, Wind adalah lagu ending Naruto pertama dan berhasil memukau saya [yang notabene waktu itu, masih, bocah banget!!]

[ Naruto ]
Selain musiknya yang cocok didengerin saat down, Om Akeboshi telah sukses membuat saya terpana dengan liriknya yang asli, dalem banget. Dalem sedalem-dalemnya. Tapi nggak bikin jatuh ke dalam lautan luka dalam loh, ya [eh?].

Sekarang, sebagai persembahan untuk Om Akeboshi yang telah menciptakan lagu sekeren Wind, saya menerjemahkan salah satu balada terbaiknya [ya, walaupun masih agak berantakan, sih, hahaha]

Akeboshi – Wind

Cultivate your hunger before you idealize
[tanam rasa laparmu, sebelum kau ideal]
Motivate your anger to make them all realize
[dorong amarahmu untuk membuat mereka sadar]
Climbing the mountain, never coming down
[mendaki gunung, jangan pernah turun]
Break into the contents, never falling down
[membongkar isi, jangan pernah jatuh]

My knee is still shaking, like I was twelve
[lututku masih gemetar, seperti ketika berusia dua belas tahun]
Sneakin’ out the classroom, by the back door
[was-was keluar kelas, lewat pintu belakang]
A man railed at me twice, but I didn’t care
[seseorang menghalangiku dua kali, tapi aku tak peduli]
Waiting is wasting for people like me
[menunggu adalah sia-sia, untuk orang-orang sepertiku]

Don’t try to live so wise 
[jangan mencoba untuk hidup bijaksana]
Don’t cry cause you’re so right 
[jangan menangis, karena kau benar]
Don’t dry with fakes or fears cause you will hate yourself in the end
[jangan bosan dengan kepalsuan atau ketakutan, karena pada akhirnya, kau akan membenci dirimu sendiri]
You say dreams are dreams
[kau bilang, mimpi adalah mimpi]
I ain’t gonna play the fool, anymore 
[aku tidak akan bermain dengan kebodohan lagi]
You say cause I still got my soul 
[kau bilang, karena aku masih memiliki jiwaku]

Take your time baby your blood needs slowing down
[luangkan waktumu, sayang darahmu perlu ditenangkan]
Breach your soul to reach yourself before you gloom 
[tembus jiwamu untuk meraih dirimu sebelum kau kelam]
Reflection of fear make shadow of nothing 
[refleksi dari ketakutan, membuat bayangan kehampaan]

You still are blind if you see winding road
[kau masih buta, jika kau melihat jalanan berliku]
Cause there is always a straight way to the point you see
[karena selalu ada jalan lurus ke ujung yang kau lihat]

Don’t try to live so wise 
[jangan mencoba untuk hidup bijaksana]
Don’t cry cause you’re so right
[jangan menangis, karena kau benar]
Don’t dry with fakes or fears cause you will hate yourself in the end 
[jangan bosan dengan kepalsuan atau ketakutan, karena pada akhirnya, kau akan membenci dirimu sendiri]

Credit Photo : Google

You Might Also Like

0 komentar