10 Lagu Jepang Paling Keren yang Wajib Kamu Denger!

April 03, 2016


Akhir tahun 2013 lalu, seorang adik kelas yang menurut saya mirip banget sama Tatsuya Fujiwara, merekomendasikan sebuah band Visual Kei pada saya.
Saya yang sama sekali nggak ngerti apa itu Visual Kei, langsung iseng buka Google dan mengetikkan kata Visual Kei di kotak pencarian. Nggak sampai sedetik, laman web pun mulai menampilkan hasil.
Karena nggak tertarik sama artikelnya, saya langsung menge-klik bagian ‘image’. Dan tahu nggak, gambar apa yang muncul?
Kebanyakan gambar yang muncul adalah cowok-cowok Jepang dengan dandanan gothic dan gaya rambut mirip emo. Karena kesengsem sama outfit-nya yang asli kece abis, saya buka salah satu gambar dan membaca artikelnya.
Well, saat itu saya tertarik untuk men-download salah satu lagu. Dan setelah saya dengerin, ternyata lagunya keren pake banget. Terkesan unik karena selama ini saya cuma ngedengerin lagu-lagu barat dan lagu lokal. Jarang ngedengerin lagu Jepang walaupun demen juga nonton anime. Haaa.
Mulai saat itulah, saya jadi keranjingan banget sama lagu Jepang.
Okay, sudah cukup basi-basinya. Jadi, inti dari postingan kali ini adalah, saya hanya ingin berbagi beberapa lagu Jepang yang sering banget saya dengerin. Recommend buat kamu yang lagi nyari lagu-lagu J-Rock yang bagus. [Warn : kebanyakan lagu yang saya share di sini, genre-nya adalah Visual Kei]. Entah kenapa, saya cocok banget sama genre yang satu ini. Apalagi mengingat kalau musisinya cowok-cowok keren semua. Haaa.
Let’s check it out!
10. Nightmare – Alumina


Lagu Alumina memang selalu identik dengan anime Death Note. Setuju? Saya tahu lagu ini juga dari anime soalnya. Haaaa.
Pertama kali denger ini lagu, saya langsung suka sama musiknya yang unik, ada banyak sentuhan gothic yang pas banget sama tema Death Note yang emang suram-suram gimana gitu. Apalagi ditambah dengan suaranya Yomi yang aseli – menawan banget!! --
Coba, deh, dengerin suaranya pas dia nyanyi di bagian ini :
Mabuta wo toji ishiki no umi ni ukande omoi egaku

Risou wo te ni suru sono toki wo
Beuhh! Kamu pasti bakal langsung jatuh cinta! xD


9. Girugamesh – Kowarete Iku Sekai



Well, Kowarete Iku Sekai mungkin adalah lagu ballad milik Girugamesh yang paling saya suka. Seriously, this is a really beautifull song.
Pada menit pertama hingga menit kedua, musik memang masih terdengar slow. Namun, mulai menit ketiga, kamu pasti nggak bakal menyangka kalau ini adalah lagu ballad. Karena, tentu saja, pada menit ketiga, musik berubah jadi badass dan powerfull. Ditambah lagi sama Satoshi yang mulai teriak.
Sepertinya Satoshi menghayati banget pas nyanyi lagu ini. Terbukti, scream­­-nya itu kayak langsung dari hati. Ngena banget T_T
Satu lagi alasan kenapa saya suka sama Kowarete Iku Sekai adalah pesan dari lagu ini bener-bener kuat. Bercerita tentang bumi yang sudah mulai hancur karena manusia-manusia egois. Manusia-manusia yang nggak punya hati, saling menjatuhkan satu sama lain hanya demi kekuasaan. Well, bukankah mirip dengan keadaan kita sekarang?

8. Kaggra – Irodori No Sanka


Oke. Menurut saya, Kaggra adalah satu-satunya band yang punya ciri khas dan orisinalitas yang bener-bener kuat. Yep! Apalagi kalau bukan karena aliran mereka yang menggabungkan antara musik modern dengan musik tradisional (Neo Japanesque).
Kaggra sendiri dalam bahasa Jepang artinya adalah tarian dan nyanyian suci, yang berkaitan erat dengan tradisi Shinto.
Secara keseluruhan, lagu yang merupakan track pertama dari album Core ini, bagus banget. Dan satu lagi, bikin baper.
Permainan koto (alat musik tradisional Jepang)-nya Shin bener-bener berasa. Apalagi ditambah dengan suaranya Isshi yang lembut, mendayu-dayu dan penuh perasaan. Duhh, Kaggra emang jagonya bikin lagu-lagu sedih. Lirik yang diciptakannya pun dalem banget. Cek deh di bagian yang satu ini :
Saigo no hi wa, kono mune ni tada anata o dakishime, soshite waraitai [on my last day, I just want to hold you close and smile]
Hiks, jadi pengen mewek. Dan bagian yang lebih bikin baper, adalah kabar bahwa band ini disband pada Maret 2010. Disusul dengan kematian Isshi pada Juli 2011. Sedih banget, kan! Jadi nyesel kenapa nggak kenal Kaggra dari dulu-dulu.

7. Matenrou Opera – Rurii Iro de Egaku Niji


Sepertinya, saya memang selalu suka sama intro yang dimainkan oleh Matenrou Opera. Permainan keyboard Ayamelah yang membuat lagu-lagu Matenrou Opera terkesan unik dan beda dari yang lain.
Musik mereka di lagu ini, megah, powerfull. Khas Matenrou Opera banget. Vokal Sono juga cocok buat ngebawain lagu-lagu macem begini. Ya, walaupun ada beberapa bagian yang menurut saya terdengar agak aneh, pas dia maksain teriak, xD
Saya suka bagian ketika mendekati akhir, suara Sono agak falset-falset gimana gitu. Keren, sih, hahaha.

6. Diaura – Lost November


Lost November adalah lagu pertama dari Diaura yang saya dengar. Dan harus saya akui, kalau saya langsung jatuh cinta sama Yo-ka dan kawan-kawan setelahnya.
Di awal lagu, terdengar suara lonceng yang agak bikin merinding gimana gitu. Di pertengahan lagu, ada bagian dimana Yo-ka baca puisi diiringi dentingan piano.
Walaupun lagu ini bertempo cepat dan nuansa rock-nya berasa banget [permainan gitar Kei yang paling berpengaruh serta Yo-ka yang sempat nge-growl di beberapa bagian] namun, setelah saya baca liriknya, ternyata artinya menyentuh dan sedih banget pemirsa.
Bagian yang paling saya ingat adalah ketika Yo-ka menyanyikan ‘la la la la la~~~’ menjelang akhir lagu.
Entah kenapa, sedihnya malah langsung ngena daripada mendengarkan lagu galau yang berirama slow. Mungkin karena mereka berusaha menyembunyikan kesedihannya dengan musik yang nge-beat.
Ah, aku memang tak bisa menerima arti dari keresahan [imi o motenu modokashisa ni] #baper.

        5. One Ok Rock – Clock Strikes


Biasanya, kalau lagi bete luar biasa, saya suka ngedengerin lagu ini. Kenapa? Karena, seperti lagu One Ok Rock kebanyakan, lirik dan musiknya selalu penuh dengan energi penyemangat. Macam Let’s Take It Someday, Answer is Near, The Beginning dan sebagainya.
Namun, saya tetap memilih Clock Strikes sebagai lagu favorit di antara lagu-lagu One Ok Rock yang lain. Musiknya rame tapi nggak bikin kuping sakit. Dan yang paling penting, bisa buat mood yang tadinya amburadul bisa kembali tertata rapi #eleh, apaan sih xD
Buat saya, ini lagu paling cocok di-stel saat akan berangkat kerja atau sekolah atau memulai kesibukan apapun di pagi hari di hari Senin. Dijamin, semangatnya bakalan nambah. Etss, nggak percaya? Silahkan coba sendiri.
4. Taion – The Gazette 


Akhirnya, sampai juga pada band yang mengenalkan saya pada Visual Kei pertama kali. Hehehe. Yap, The Gazette adalah band Visual Kei pertama yang saya dengarkan lagunya. Kalau nggak salah, waktu itu saya download lagu mereka yang berjudul Derangement sama Gabriel on the Gallows.
Dan, sama sekali nggak membutuhkan waktu lama apalagi sampe berminggu-minggu untuk kemudian falling in love dengan band yang satu ini. Apalagi sama guitarist­-­nya yang sekseh tingkat dewa xD [Uruha – tentu saja].
Taion merupakan track terakhir dari album NIL [Nameless Liberty Underground]. Ini lagu bener-bener kelam, horor, kasar, emosional dan –tentu saja­– mengagumkan! Uruha melakukan tugasnya dengan baik. Petikan gitarnya yang so creepy terbayang-bayang terus xD
Vokalnya Ruki juga dominan growl dan teriakan di sini. Namun, ada bagian ballad-nya yang wow banget! Bener-bener komposisi yang sempurna. Taion is the most emotionally powerful song and wonderful end for this album.
Great job, the Gazette!

3. Undivide – Minds Up


Setelah Deluhi disband, Leda, sang guitarist yang terkenal dengan solo gitarnya yang sadis-sadis itu, memutuskan untuk membuat proyek solo dengan formasi baru : Undivide. Bersama dengan Sujk, mantan drummer Deluhi yang terkenal dengan teknik double pedalnya dan Kihiro [ex Loka].
Semua lagu Undivide bagus-bagus. Namun, saya paling suka dengan Minds Up. Gimana nggak langsung suka, wong di bagian intro aja udah disuguhi sama scream dan raungan gitarnya si Leda xD
Vokalnya Kihiro juga lebih berkarakter, emosinya dapet! Lots of double peda­l-nya Sujk juga menggetarkan hati. Apalagi pas bagian solo guitar-nya Leda. Omegat, saya sampai ngimpi bisa nge-jam bareng Leda gara-gara dengerin dia main gitar xD
Found my way again, and I know it’s not the end

It’s just the start!!

2. Rentrer En Soi – To Infinity


Well, kalo kamu lagi pengen dengerin lagu galau tapi yang nggak cengeng, To Infinity, bener-bener highly recommended!
To Infinity diawali dengan instrumen pianonya yang cukup nyaring. Rock emotional, slow tapi selaras dengan petikan gitarnya. Diselingi dengan akord metalcore-nya Takumi dan backing vokal falsetto-nya Satsuki, menjadikan lagu To Infinity so beautifull dan sangat jauh dari kesan standar. 

Psst, di lagu ini, suara Satsuki bener-bener mirip cewek, lho! Itu yang menjadikan lagu ini terkesan istimewa.

          1. Luna Sea – Mother 


Setiap kali saya mendengarkan lagu ini, entah kenapa, saya selalu teringat dengan sosok ibu [duh, baper lagi pemirsa, xD]. Oke, mungkin saya yang kelewat baper atau gimana, namun Luna Sea benar-benar berhasil memberikan aura seorang ibu di lagu ini. Musiknya mengalun sampai ke dalam jiwa.
Lagunya sih, menurut saya, agak kelam dan misterius dengan nuansa gotik-gotik gimana gitu [ada suara latar anak-anak di bagian reffrain lagu]. Namun, yang paling membuat saya kesengsem dan menjadikan Mother sebagai lagu top nomer satu versi saya adalah : permainan biola Sugizo di bagian tengah lagu. Ryuichi, sang vokalis sepertinya juga menjiwai banget saat membawakan lagu Mother.
Info yang saya dapat dari internet –tentu saja– saat mengerjakan album Mother, Luna Sea memutuskan untuk keluar dari keramaian selama satu tahun.
Yap. Itulah 10 lagu Jepang rekomendasi dari saya. Kenapa hanya 10? Males ngetiknya. Hahaha. Sebenarnya masih ada banyak lagu-lagu Jepang yang menurut saya bagus. Tapi, kalau boleh menambahkan di luar yang kesepuluh itu, saya akan menambahkan :

Deluhi – Remember the Rain

D’erpairsray – Kaleidoscope

Mejibray – Die Kusse

Sadie – Kagerou

FALILV – Twilight 

Okelah. Namanya kuping tiap orang kan, beda-beda. Jadi, kalau ada lagu Jepang yang menurut kamu bagus [di luar tracklist di atas], bilang-bilang ya!

Reference : http://lebayman.blogspot.co.id/ 
#source image : Google

You Might Also Like

7 komentar

  1. Iseng2 menelusuri postingan, eh nemu ini, hehehe. Sebagai (mantan) penyuka vkei, keknya band fav ku belum ada di atas. Mesti nyoba dengerin born deh. Fav ku felony, ruisai no hana, sakura, dll, bisa cek di yutub kalo ada 😉😉

    ReplyDelete
  2. Iseng2 menelusuri postingan, eh nemu ini, hehehe. Sebagai (mantan) penyuka vkei, keknya band fav ku belum ada di atas. Mesti nyoba dengerin born deh. Fav ku felony, ruisai no hana, sakura, dll, bisa cek di yutub kalo ada 😉😉

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, sekarang nggak suka Visual Kei lagi, Mbak? Kenapa?

      Lagunya Born, ya? Belum pernah denger, sih.
      Ntar deh coba cek di Youtube. Hehe ^^

      Delete
  3. Mungkin karena uda terlalu tua (?) makanya denger yg bikin headbanging jadi pusing wkwkwkw *plak* sekarang udah pindah fandom ke utaite jadi gak ikutin vkei lagi 😁

    Denger 9goats black out juga enak2 lagunya lho *ini kok jadi rekomen mulu xDD

    ReplyDelete
    Replies
    1. 9goats Blackout pernah denger namanya, sih. Tapi, belum coba dengerin lagunya, hhe.
      Kalo saya mah, nggak terlalu fanatik sama band tertentu (sekarang). Kalo dulu, gila banget sama the Gazette. Tapi, makin ke sini musiknya semakin gimana gitu. Wkwkw.
      Jadi, sekarang, kalo ada lagu Jepang yang sekiranya cocok di kuping ya dengerin aja xD
      Utaite, btw apaan, tuh, Mba? Saya kok nggak tau. Ahaha.

      Domisili dimana? 3 - 4 September ada Jak - Japan Matsuri tuh di Jakarta. :v

      Delete
    2. Lagunya kelam2 gt sih 9GBO. Wahahaha sama lah dulu aku gila uruha. Malah menasbihkan diri jadi bininya *plak* kalo diinget2 agak malu juga sih 😁😁

      Utaite itu yg suka ngecover lagu vocaloid. Fav ku mafumafu *gak ada yg nanya xDD

      Yah rumahku di malang gak bisa ke sana hiks 😢

      Delete
    3. Iya, pertama kali kenal sama the Gazette, ya cowok cantik itu yang paling memukau saya. Hahaha.
      Oh, saya nggak begitu suka sama Vocaloid, sih. Maklum kalo kaga ngarti. Wkwk.

      Saya pikir di Jakarta. Kalo iya kan bisa ke sana bareng. Hha, xD

      Delete